Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tanam Pisang dan Doa di Jalan Rusak, Warga Sragen Putus Asa Menunggu Janji Perbaikan 10 Tahun Tak Kunjung Datang

Ahmad Khairudin • Minggu, 4 Januari 2026 | 15:16 WIB

 

Doa Bersama dan Tanam Pisang di Atas Jalan Berlubang, Warga Tuntut Perbaikan Jalan Rusak 10 Tahun
Doa Bersama dan Tanam Pisang di Atas Jalan Berlubang, Warga Tuntut Perbaikan Jalan Rusak 10 Tahun

SOLOBALAPAN.COM - Puluhan warga Dukuh Gadek, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, akhirnya meluapkan keresahan mereka dengan cara tak biasa.

Setelah menunggu hampir satu dekade tanpa kepastian, warga menggelar doa bersama dan selamatan tepat di atas jalan rusak yang menjadi satu-satunya akses kehidupan mereka.

Aksi simbolik itu digelar Minggu pagi (4/1), tepat di jalan tanah berbatu sepanjang sekitar 800 meter yang dipenuhi lubang dan kubangan lumpur.

Sebuah pohon pisang sengaja ditanam di tengah jalan sebagai penanda kerusakan sekaligus bentuk protes damai kepada Pemerintah Kabupaten Sragen.

Jalan Rusak Jadi Saksi Doa dan Keprihatinan Warga

Suasana di lokasi berlangsung khidmat namun sarat keprihatinan.

Warga dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga lansia, duduk lesehan berjajar di sisi jalan.

Seorang pria tampak memimpin doa di dekat lubang jalan yang ditandai pohon pisang, sementara langit mendung seolah mempertegas keluh kesah warga.

Jalan tersebut merupakan akses vital bagi sekitar 250 jiwa dari 60 kepala keluarga di Dusun Gadek.

Dari jalur itulah warga menuju pasar, sekolah, puskesmas, hingga pusat pemerintahan kabupaten.

Namun kondisi jalan yang rusak parah justru menjadi ancaman harian.

Dalam satu tahun terakhir saja, tercatat 11 warga mengalami kecelakaan akibat terjatuh di jalan berlubang dan bebatuan tajam.

Baca Juga: NOKIA BANGKIT! Bocoran Spesifikasi Gahar Nokia X100 Pro 5G: Kamera 300 MP dan RAM 18 GB Siap Guncang Pasar Flagship 2026

Warga Tuntut Respons Cepat Bupati Baru Sragen

Ketua RT 07 Dusun Gadek, Eko Slamet Riyadi, menegaskan aksi doa bersama ini bukan sekadar simbol, melainkan jeritan warga yang sudah terlalu lama diabaikan.

"Kami sengaja doa bersama di sini agar Bupati Sragen yang baru, Bapak Sigit Pamungkas, segera memperbaiki jalan ini. Dusun kami paling ujung dan terpencil. Orang luar saja banyak yang takut lewat karena jalannya rusak parah," ujar Eko Slamet Riyadi, Ketua RT 07 Dusun Gadek.

Menurutnya, kondisi jalan membuat aktivitas warga terhambat dan keselamatan nyaris tak terjamin setiap hari.

Aspirasi Sudah Disampaikan, Namun Tak Pernah Tuntas

Tokoh masyarakat yang mendampingi warga, Nico Wauran, menyebut perjuangan warga bukan baru kali ini dilakukan.

Aspirasi perbaikan jalan sudah berulang kali disampaikan melalui jalur desa.

"Tahun lalu sempat ada rencana perbaikan dari desa, tapi ditolak Dinas PU Sragen karena statusnya jalan kabupaten. Makanya kami tuntut langsung ke Pemkab Sragen agar segera bertindak," tegasnya.

Status jalan sebagai jalan kabupaten membuat pemerintah desa tak memiliki kewenangan penuh untuk melakukan perbaikan, sementara Pemkab Sragen dinilai belum menunjukkan langkah nyata.

Jalan Rusak Bukan Sekadar Infrastruktur

Bagi warga Dusun Gadek, jalan rusak ini bukan sekadar persoalan fisik, melainkan urat nadi kehidupan sehari-hari.

Akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga keselamatan bergantung pada jalan tersebut.

Warga berjanji akan terus menyuarakan tuntutan mereka sampai ada kepastian perbaikan.

Aksi doa bersama dan penanaman pisang ini menjadi simbol keputusasaan sekaligus harapan terakhir agar suara dari dusun terpencil tak lagi diabaikan. (din/lz)

Editor : Laila Zakiya
#tanam pisang #jalan berlubang #sragen