Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jenang Ayu Niten Klaten Ludes Diburu Pemudik! Produksi Naik 2 Kali Lipat, Resep Turun-Temurun Jadi Kunci Awet Sejak 1928

Angga Purenda • Minggu, 4 Januari 2026 | 15:09 WIB

 

Jenang Ayu Niten diburu pemudik di momen Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Jenang Ayu Niten diburu pemudik di momen Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

SOLOBALAPAN.COM - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kembali membawa berkah bagi pelaku UMKM kuliner di Klaten.

Salah satu yang paling merasakan lonjakan permintaan adalah Jenang Ayu Niten, kudapan legendaris dari Dusun Niten, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten.

Setiap musim liburan panjang, jenang dengan rasa manis legit ini hampir selalu menjadi oleh-oleh wajib para pemudik sebelum kembali ke kota perantauan.

Produksi Jenang Ayu Niten Naik Drastis Saat Nataru

Meningkatnya arus mudik berdampak langsung pada aktivitas produksi Jenang Ayu Niten.

Dapur produksi yang biasanya beroperasi dalam skala terbatas kini harus bekerja ekstra untuk memenuhi pesanan.

Menurut laporan Radar Solo (Solo Balapan Jawa Pos Group), pengelola Jenang Ayu Niten, Dwi Atmanti, menyebutkan bahwa produksi melonjak tajam selama libur Nataru.

"Pemasaran kami sebenarnya sampai Solo dan Jogja. Tapi saat libur Nataru seperti ini, banyak perantau dari luar Jawa yang datang langsung ke sini untuk membeli oleh-oleh," ujar Dwi Atmanti saat ditemui di rumah produksinya, Minggu (4/1/2025).

Jika di hari biasa produksi jenang hanya sekitar 20 kilogram, pada momen liburan bisa meningkat hingga lebih dari 50 kilogram per hari.

Resep Sejak 1928, Bertahan Hingga Generasi Keenam

Daya tarik Jenang Ayu Niten tidak lepas dari konsistensi menjaga resep tradisional.

Usaha ini telah berdiri sejak 1928 dan kini dikelola oleh generasi keenam keluarga pendirinya.

Pemilihan bahan baku pun tidak sembarangan. Gula Jawa murni digunakan tanpa campuran, sehingga tekstur jenang tidak alot dan mudah diiris.

Santan kelapa yang dipakai juga berasal dari kualitas terbaik.

“Untuk proses memasak selama kurang lebih 5 jam dengan terus diaduk-aduk di atas tungku kayu bakar. Ini memberikan aroma khas yang tidak bisa didapatkan jika menggunakan kompor gas,” ujar Dwi.

Proses panjang dan tradisional inilah yang menjadi ciri khas Jenang Ayu Niten dan sulit ditiru oleh produsen lain.

Tanpa Pengawet, Tahan Hingga Dua Bulan

Meski diolah secara tradisional, Jenang Ayu Niten tetap mampu bersaing dengan produk modern.

Dwi memastikan jenang produksinya tidak menggunakan bahan pengawet.

Menariknya, jenang tersebut tetap bisa bertahan hingga dua bulan, sehingga aman dibawa sebagai oleh-oleh bahkan untuk pemudik yang tinggal di luar pulau.

Tak hanya diminati pelanggan lama, generasi muda pun mulai banyak membeli Jenang Ayu Niten melalui platform online.

Harga dan Pilihan Kemasan Jenang Ayu Niten

Untuk harga, satu kilogram Jenang Ayu Niten dibanderol Rp100.000.

Pengelola juga menyediakan beberapa pilihan kemasan sesuai kebutuhan pembeli.

Kemasan kecil seberat 2 ons dijual Rp23.000 dan berisi sekitar 11–12 potongan, cocok untuk camilan.

Sementara kemasan besar hingga 3 kilogram biasanya dipesan untuk hantaran atau keperluan hajatan.

Selain jenang ayu sebagai produk utama, pengunjung juga bisa membeli oleh-oleh khas lainnya seperti krasikan dan permen tape.

Jadi Langganan Pemudik Setiap Libur Panjang

Popularitas Jenang Ayu Niten terbukti dari kesetiaan para pelanggan. Salah satunya Adam Sutanto (55), warga Sleman, DIY, yang mengaku selalu menyempatkan mampir ke Wedi setiap libur panjang.

“Menurut saya, Jenang Ayu Niten ini sudah cukup terkenal. Apalagi menjadi langganan saya setiap kali ke Klaten untuk membeli oleh-oleh. Soalnya untuk cita rasa jenangnya sendiri cukup enak dan awet,” ujar Adam.

Dengan lonjakan produksi, resep turun-temurun, serta kualitas rasa yang terjaga sejak hampir satu abad lalu, tak heran jika Jenang Ayu Niten kembali menjadi primadona pemudik saat libur Nataru. (ren/lz)

Editor : Laila Zakiya
#nataru #Jenang Ayu Niten #klaten