Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tol Jogja–Solo Diteror Lemparan Batu, Bus Pariwisata Kena Sasaran: Polisi Ungkap Kendala Penyelidikan

Angga Purenda • Kamis, 1 Januari 2026 | 14:06 WIB

 

Ilustrasi pelemparan batu di tol Jogja-Solo.
Ilustrasi pelemparan batu di tol Jogja-Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Aksi berbahaya kembali terjadi di Jalan Tol Jogja–Solo.

Sejumlah bus pariwisata dan kendaraan pribadi menjadi korban teror pelemparan batu oleh orang tak dikenal pada Rabu (24/12/2025) malam, tepatnya di ruas Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko, Klaten.

Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah rekamannya viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @infocegatanklaten.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, aksi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan tol.

Terjadi di KM 25, Area Calon Rest Area yang Terbengkalai

Aksi pelemparan batu terjadi di KM 25 Tol Jogja–Solo, kawasan yang rencananya akan dibangun sebagai rest area.

Namun, pengerjaan proyek tersebut saat ini dihentikan sementara, sehingga menyisakan lahan terbuka.

Kondisi ini diduga dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk berkumpul dan melakukan aksi iseng yang berujung teror.

Hingga kini, meski belum ada laporan resmi dari korban, kepolisian tetap melakukan upaya identifikasi pelaku.

Polisi Akui Terkendala CCTV

Kasatlantas Polres Klaten AKP Wendi Andranu mengungkapkan, penyelidikan terkendala karena posisi kamera pengawas tidak mengarah langsung ke lokasi kejadian.

"Dari hasil pantauan di lokasi juga, kami kemarin susur CCTV yang ada di jalur tol itu ternyata dari lokasi itu CCTV-nya di depannya. Jadi, tidak mengarah ke lokasi. Sehingga kita dari video tidak dapat menemukan untuk bagaimana ciri-cirinya dan juga siapa orang yang atau remaja yang ikut melempari tersebut," ujar Kasatlantas Polres Klaten AKP Wendi Andranu.

Ia menambahkan, pelaku diduga merupakan remaja atau warga sekitar yang memanfaatkan celah waktu ketika patroli polisi tidak melintas.

Batu Diduga Sisa Material Konstruksi

Batu yang digunakan pelaku diduga berasal dari sisa material konstruksi semen di sekitar lokasi.

Akibatnya, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, meski tidak ada korban luka.

"Kalau total kendaraan kemarin ada bis ada beberapa dan juga ada juga dari mobil pribadi. Kerusakannya rata-rata di bagian kaca dan body. Kalau kami menilai itu remaja-remaja ya, kenakalan remaja. Jadi tidak ada unsur niat lain. Ada kemungkinan itu iseng-iseng saja, namun memang keisengan itu cukup membahayakan," tambah Wendi.

Penyelidikan Masih Berlanjut, Bukti Minim

Kasatreskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa menyatakan pihaknya tetap melanjutkan penyelidikan meski informasi yang didapat masih sangat terbatas.

"Sampai saat ini kita masih lakukan penyelidikan karena minimnya informasi dan kesaksian. Bahkan kami juga menyisir CCTV di antara lokasi itu tidak ada CCTV yang bisa mengarah ke para pelaku. Untuk sampai saat ini belum ada hal-hal apapun yang kita amankan, hanya satu (batu) yang diduga untuk digunakan pelemparan di TKP saja," jelas Taufik.

Sebagai langkah antisipasi, intensitas patroli ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan, demi menjamin keamanan pengguna Tol Jogja–Solo hingga pasca Operasi Lilin.

Kasatlantas Polres Klaten AKP Wendi Andranu.
Kasatlantas Polres Klaten AKP Wendi Andranu.

Pengelola Tol Libatkan Perangkat Desa

PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) selaku pengelola tol merespons cepat kejadian tersebut dengan berkoordinasi bersama kepolisian dan perangkat desa setempat.

Humas PT JMJ Rachmat Jesiman memastikan lokasi pelemparan berada di area calon rest area Demak Ijo.

"Untuk saat ini itu sudah kami sisir terkait pelaku yang terduga pelemparan batu. Kami sudah koordinasi dengan kepolisian setempat, baik Polres maupun Polsek," ungkapnya.

Lebih lanjut, perangkat desa berkomitmen ikut menjaga keamanan lingkungan sekitar tol.

"Tim perangkat desa juga sudah menyanggupi dan mereka rencananya akan melakukan pembentukan tim satgas di desa di daerah tersebut untuk meminimalisir adanya kejadian serupa. Mereka akan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak mendekati area jalan tol dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan," ujar Rachmat.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengamanan di area tol yang berbatasan langsung dengan permukiman warga, terutama di titik-titik proyek yang belum aktif.

Polisi dan pengelola tol menegaskan komitmen meningkatkan pengawasan agar aksi serupa tidak terulang dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin. (ren/lz)

Editor : Laila Zakiya
#pelemparan batu #patroli #tol jogja - solo