SOLOBALAPAN.COM - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menutup tahun 2025 dengan langkah strategis di tubuh birokrasi.
Mutasi besar-besaran dilakukan dengan melantik dan mengambil sumpah jabatan 155 pejabat struktural dan fungsional, Rabu (31/12/2025) malam.
Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Menara Wijaya Sukoharjo dan menjadi salah satu rotasi aparatur terbesar menjelang pergantian tahun.
Mutasi Menyentuh Eselon II hingga Pejabat Fungsional
Rotasi jabatan kali ini mencakup berbagai jenjang strategis.
Total 11 pejabat eselon II, 40 pejabat eselon III, dan 66 pejabat eselon IV resmi bergeser dari posisi sebelumnya.
Selain itu, 38 pejabat fungsional juga turut mengalami pergeseran jabatan.
Tak hanya berhenti di level dinas, mutasi juga menyentuh struktur wilayah.
Tercatat tiga camat mengalami pergantian, masing-masing di Kecamatan Gatak, Sukoharjo, dan Polokarto.
Selain itu, delapan organisasi perangkat daerah (OPD) mengalami pergantian pucuk pimpinan, menandai babak baru arah kepemimpinan birokrasi Sukoharjo.
Bupati Tekankan Kompetensi dan Integritas Pejabat
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari strategi penguatan kinerja pemerintahan daerah.
Ia menekankan pentingnya pejabat yang memiliki kompetensi dan integritas dalam menopang arah pembangunan.
“Kebijakan dan arah pembangunan ditopang pejabat yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi di bidangnya. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa pejabat yang dilantik bisa segera bekerja untuk meningkatkan pelayanan yang berorientasi pada masyarakat,” tegas Etik dalam sambutannya.
Menurut Etik, tantangan pemerintahan ke depan justru semakin kompleks.
Beban pelayanan publik dan percepatan pembangunan menuntut aparatur sipil negara untuk bekerja lebih adaptif dan responsif.
Diminta Langsung Tancap Gas di Posisi Baru
Bupati juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak berlama-lama beradaptasi.
Ia meminta seluruh aparatur segera bekerja dan membangun sinergi lintas sektor, baik dengan ASN maupun elemen masyarakat.
“Saya ingin para pejabat yang dilantik bekerja dan terus bekerja. Profesional, jujur, dan loyal demi pembangunan daerah serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Etik.
Sinergi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Sukoharjo.
Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
Meski mutasi dilakukan secara masif, sejumlah jabatan strategis masih belum terisi.
Salah satunya Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, menyusul mutasi Setyo Aji Nugroho ke posisi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.
Sementara itu, Lanjar Budi Wahono yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman kini dimutasi menjadi staf ahli.
Di sisi lain, Yunia Wahdiyati, yang sebelumnya Direktur RSUD Ir Soekarno, dipercaya menempati posisi Kepala Dinas Sosial. (kwl/lz)
Editor : Laila Zakiya