Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Lapangan Tenis Rp 1,6 Miliar Mbrodol, PELTI: Seharusnya Dikerjakan Ahli

Iwan Adi Luhung • Senin, 29 Desember 2025 | 23:10 WIB

Lapangan tenis STC Pringgodani Wonogiri senilai Rp 1,6 miliar dilaporkan rusak sebelum diresmikan.
Lapangan tenis STC Pringgodani Wonogiri senilai Rp 1,6 miliar dilaporkan rusak sebelum diresmikan.

WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI) Wonogiri akhirnya buka suara terkait rusaknya lapangan tenis di kawasan Sport Tourism Center (STC) Pringgodani yang baru selesai dibangun.

Kerusakan tersebut dinilai bukan persoalan sepele, melainkan indikasi kuat pengerjaan lapangan yang tidak ditangani tenaga ahli khusus.

Ketua Pengkab PELTI Wonogiri, Suparmo, mengungkapkan sejak awal pihaknya ikut memantau proses pembangunan lapangan tenis tersebut. Bahkan sebelum kabar kerusakan ramai diperbincangkan, para pengguna lapangan telah menemukan banyak genangan air dan menyampaikan masukan kepada pihak terkait.

Baca Juga: GEBYAR PIALA DUNIA 2026! TVRI Resmi Pegang Hak Siar FIFA World Cup, Siap Tayangkan Seluruh Pertandingan Secara Gratis dan Inklusif!

“Akhirnya disepakati dilakukan leveling. Waktu itu lapangan sudah dicat, lalu dikeruk, diratakan, dipoles, kemudian dicat lagi,” ujar Suparmo, Senin (29/12/2025).

Namun, perbaikan tersebut justru memunculkan persoalan baru. Setelah proses leveling, permukaan lapangan mengalami gelembung-gelembung kecil. Bahkan, dua dari tiga lapangan tenis mengelupas dan pecah saat diinjak.

“Diduga cor dan leveling-nya tidak merekat dengan baik. Dampaknya bukan cuma visual, tapi pantulan bola juga jadi beda,” kata pria yang akrab disapa Mamo itu.

Menurut Mamo, pihaknya sempat menyarankan agar pengerjaan lapangan tenis ditangani tenaga spesialis dari Tulungagung, daerah yang dikenal sebagai rujukan pembangunan lapangan tenis standar.

Baca Juga: Aturan Bansos 2026, BLT Kesra Rp900 Ribu Disetop, KPM Masih Bisa Terima PKH dan BPNT Jika Penuhi Syarat Ini

“Lapangan tenis itu bukan sekadar dicor lalu dicat. Nggak bisa. Harus dikerjakan orang yang benar-benar paham. Nyuwun sewu, mungkin yang mengerjakan bukan spesialis lapangan tenis. Dipoles iya, tapi beda hasilnya,” tegasnya.

PELTI Wonogiri juga telah duduk bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri serta pihak pelaksana proyek untuk membahas kerusakan atau mbrodol-nya lapangan tenis tersebut. Pihak pelaksana pekerjaan disebut menyatakan kesanggupan melakukan perbaikan.

“Katanya yang kopong-kopong mau disesek lalu dipoles lagi. Tapi apakah itu menyelesaikan masalah atau tidak, saya juga belum tahu,” ujar Mamo.

Ia pun menyampaikan kekhawatiran para pecinta tenis Wonogiri jika perbaikan yang dilakukan tidak bersifat permanen dan berpotensi kembali rusak setelah digunakan.

Baca Juga: Ini yang Ditunggu-tunggu ASN! Daftar Resmi Gaji PNS 2026 Lengkap dari Terendah hingga Tertinggi, Single Salary Tertunda?

“Kan eman-eman. Sudah diperbaiki tapi kalau nanti mbrodol lagi, permainan jadi tersendat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Mamo mengakui sarana dan prasarana pendukung lapangan tenis STC Pringgodani tergolong baik, mulai dari tribun, pagar, kamar mandi, hingga lampu penerangan.

Namun ironisnya, justru bagian paling krusial—permukaan lapangan tenis—yang luput dari kualitas maksimal.

Seperti diberitakan sebelumnya, lapangan tenis STC Pringgodani dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar dilaporkan rusak meski belum diresmikan. Kerusakan ini memicu sorotan publik terhadap mutu pengerjaan dan pengawasan proyek fasilitas olahraga di Wonogiri. (al/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Sport Tourism Center Pringgodani #wonogiri #Lapangan Tenis