SOLOBALAPAN.COM - Sebanyak 21 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karanganyar sempat mengalami penghentian operasional sementara.
Kondisi ini terjadi hingga 21 Desember 2025 dan langsung berdampak pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
Penghentian sementara ini bukan disebabkan faktor teknis di lapangan, melainkan akibat keterlambatan pencairan dana operasional dari pemerintah.
Meski demikian, kabar baiknya, seluruh SPPG yang sempat berhenti kini telah kembali beroperasi secara normal.
Dana Operasional Terlambat, 21 SPPG Terpaksa Berhenti
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Wilayah SPPI Karanganyar, Agung Wicaksono, dalam rapat koordinasi Satgas MBG yang digelar di Aula Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (29/12) siang.
“Sebanyak 21 SPPG sempat berhenti sampai 21 Desember karena dana operasional belum cair. Sekarang sudah kembali normal,” jelas Agung.
Ia menegaskan bahwa keterlambatan pencairan bantuan menjadi kendala utama yang membuat operasional SPPG tidak dapat berjalan maksimal dalam beberapa pekan terakhir.
Progres SPPG Karanganyar: 60 Aktif, Puluhan Masih Tahap Pembangunan
Dalam rapat koordinasi tersebut, turut dibahas perkembangan pembangunan SPPG di Karanganyar. Hingga akhir Desember 2025, tercatat:
* 60 SPPG telah beroperasi
* 42 SPPG masih dalam proses pembangunan
* 14 titik belum beroperasional
Capaian ini menunjukkan bahwa implementasi Program MBG di Karanganyar masih membutuhkan penguatan koordinasi lintas sektor agar target layanan gizi dapat terpenuhi secara merata.
Bupati Karanganyar Tekankan Sinkronisasi Program MBG
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menilai rapat koordinasi ini sebagai momentum penting untuk menyatukan persepsi dan langkah seluruh pemangku kepentingan.
“Saya sudah menunggu lama momen ini. Karena ini adalah proses sinkronisasi. Kalau seperti ini kan sudah jelas dan gamblang,” kata Rober.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak bisa dilepaskan dari peran aktif pemerintah daerah.
Menurutnya, keterlibatan pemda harus diperkuat agar tidak terjadi lagi hambatan seperti keterlambatan operasional.
“Pemerintah daerah juga harus hadir dan bekerja sama dalam menyukseskan program ini,” tegasnya.
Target 116 SPPG, MBG Dinilai Dongkrak Ekonomi Daerah
Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Elliana, menyampaikan bahwa total target pengembangan SPPG di Karanganyar mencapai 116 titik.
Pada awal tahun mendatang, direncanakan 74 SPPG mulai beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam tahap persiapan.
Adhe juga mengungkap bahwa terhentinya 21 SPPG sebelumnya dipicu oleh kesalahan di tingkat SPPI setempat yang kini sedang dibenahi.
Ia menilai Program MBG bukan hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki efek ekonomi yang signifikan.
“Potensi ini harus kita tangkap bersama. Karena itu akan kami susun formula baru dengan melibatkan kepala desa dan SPPI di setiap kecamatan,” pungkasnya.
Program MBG disebut mampu menciptakan perputaran uang belasan hingga puluhan miliar rupiah per bulan di Karanganyar, sehingga keberlanjutan dan sinkronisasi program menjadi kunci utama agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. (rud/lz)
Editor : Laila Zakiya