SOLOBALAPAN.COM – Warga Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di dalam kamar tidur sebuah rumah, Minggu (28/12/2025). Jenazah ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan diketahui merupakan warga setempat.
Korban diketahui berinisial P (43), laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh. Jenazah pertama kali ditemukan setelah warga mencium bau menyengat dari dalam rumah korban.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kapolsek Baki IPTU Sri Widodo mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas Polsek Baki langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Baca Juga: KABAR DUKA! Budayawan Romo Mudji Sutrisno SJ Meninggal Dunia, Tutup Usia di 71 Tahun
“Begitu menerima laporan, anggota Polsek Baki bersama Koramil Baki dan tenaga medis dari Puskesmas Baki segera mendatangi tempat kejadian perkara,” ujar IPTU Sri Widodo, Minggu (28/12/2025).
Peristiwa penemuan mayat ini bermula pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 23.30 WIB. Salah satu saksi sempat mendatangi rumah korban dan mengetuk pintu, namun tidak mendapat respons.
Keesokan harinya, Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, saksi bersama warga lain kembali datang ke rumah korban.
“Saksi kemudian mengintip dari atas roster dan mencium bau tidak sedap. Setelah membuka bagian atap, saksi melihat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar,” jelasnya.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Baki. Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, korban ditemukan dalam posisi tengkurap tanpa busana. Kondisi jenazah telah mengalami pembusukan cukup lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan awal oleh tenaga medis Puskesmas Baki, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu bulan sebelum ditemukan.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Karena kondisi jenazah sudah membusuk, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan,” terang IPTU Sri Widodo.
Pihak kepolisian juga memperoleh keterangan dari keluarga korban. Disebutkan, korban selama ini kerap mengeluhkan sakit dan mengalami gangguan buang air kecil, namun enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menempuh proses visum maupun autopsi. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto