Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Komentar WhatsApp Berujung Celurit, Kasus Pembacokan di Kafe Nusukan Solo Masih Gelap

Antonius Christian • Minggu, 28 Desember 2025 | 21:53 WIB

 

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus pembacokan yang terjadi di sebuah kafe atau toko minuman di kawasan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, hingga kini masih menjadi tanda tanya besar.

Lebih dari sebulan berlalu sejak peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (24/11), namun para pelaku belum juga berhasil diamankan aparat kepolisian.

Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka akibat serangan senjata tajam.

Salah satu korban, berinisial ES, mengalami luka cukup serius di bagian kepala hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pengacara korban ES, Umar J Harahap, menjelaskan bahwa kliennya sempat tidak dapat langsung melapor ke polisi karena kondisi fisik dan mental pascakejadian.

“Korban mengalami luka paling parah di bagian kepala hingga harus mendapatkan beberapa jahitan. Setelah kejadian langsung dilarikan ke rumah sakit dan dirawat selama tiga hari,” ujar Umar saat dikonfirmasi Minggu (28/12)

Menurut Umar, setelah kondisi korban membaik, laporan resmi baru dapat dibuat.

Bahkan, laporan serupa ternyata telah lebih dulu diajukan oleh korban lainnya dalam peristiwa yang sama.

Dipicu Candaan di Status WhatsApp

Fakta yang terungkap, aksi pembacokan tersebut diduga dipicu persoalan sepele yang bermula dari media sosial.

Umar mengungkapkan bahwa pelaku merasa tersinggung akibat komentar yang dianggap menghina.

“Pelaku membuat status WhatsApp bertuliskan ‘aku sebenare kurange opo?’. Status itu kemudian dikomentari korban dengan kata ‘kurang waras’ yang menurut korban hanya bercanda. Namun pelaku tidak terima,” jelasnya.

Tak lama setelah kejadian itu, pelaku bersama seorang rekannya mendatangi tempat kerja korban.

Mereka datang dengan membawa beberapa bilah celurit dan langsung melakukan penyerangan brutal.

Selain mengalami luka bacok, korban juga sempat terkena lemparan botol yang mengenai bagian tangannya.

Aksi tersebut membuat suasana kafe mencekam dan pengunjung panik menyelamatkan diri.

Pelaku Masih Buron, Korban Siapkan Sayembara

Hingga kini, para pelaku masih berstatus buronan.

Karena belum ada titik terang, pihak korban mempertimbangkan langkah tidak biasa untuk membantu proses pencarian.

“Jika sudah ada foto pelaku, kami berencana membuat sayembara agar masyarakat ikut membantu memberikan informasi,” tambah Umar.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan.

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Derry Eko Setiawan melalui Wakasatreskrim AKP Sudarmiyanto menyatakan bahwa identitas pelaku telah dikantongi.

“Identitas pelaku sudah kami kantongi. Saat ini masih dilakukan pelacakan terhadap dua orang terduga pelaku, salah satunya berinisial Gembor yang diduga sebagai pelaku utama,” kata Sudarmiyanto, Minggu.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor.

Diketahui, korban dan pelaku telah saling mengenal sekitar enam bulan. Korban bekerja sebagai pegawai kafe, sementara pelaku diketahui merupakan juru parkir di lokasi kejadian. (atn/lz)

Editor : Laila Zakiya
#nusukan #pembacokan #solo