SOLOBALAPAN.COM - Suasana libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai terasa di Kota Solo.
Sejak akhir pekan, kepadatan arus lalu lintas terlihat meningkat di sejumlah ruas jalan, terutama kawasan pusat aktivitas warga dan destinasi wisata favorit.
Pantauan di lapangan menunjukkan petugas gabungan dari Satlantas Polresta Surakarta dan Dinas Perhubungan Kota Solo telah disiagakan di berbagai titik strategis untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama libur akhir tahun.
Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Agung Yudiawan memprediksi puncak peningkatan arus kendaraan akan mulai terlihat pada Rabu (24/12).
Namun, ia menilai lonjakan tersebut tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan dengan data tahun lalu, justru ada potensi penurunan. Karena Natal jatuh di tengah pekan, kemungkinan kepadatan kendaraan yang masuk ke Kota Solo juga berkurang,” ujar Agung saat ditemui di Pos Pelayanan (Posyan) Nataru 2025 di Benteng Vastenburg, Selasa (23/12).
Solo Lebih Banyak Jadi Kota Lintasan
Menurut Agung, karakter arus kendaraan di Kota Solo saat libur Nataru berbeda dengan daerah lain di eks Karesidenan Solo.
Jika wilayah sekitar menjadi tujuan mudik atau liburan, Surakarta justru lebih banyak berperan sebagai kota lintasan.
“Kendaraan berpelat luar daerah yang masuk ke Solo mayoritas adalah wisatawan yang memanfaatkan libur panjang untuk berkunjung. Untuk mudik, Surakarta lebih banyak menjadi kota lintasan,” jelasnya.
Meski demikian, potensi kepadatan tetap menjadi perhatian aparat, terutama di kawasan wisata, pusat kuliner, dan titik-titik keramaian yang kerap dipadati warga lokal maupun pendatang.
Titik Rawan Macet Selama Libur Nataru
Satlantas Polresta Surakarta telah memetakan sejumlah ruas jalan yang diprediksi rawan kepadatan lalu lintas selama libur Nataru.
Beberapa di antaranya berada di pusat kota dan kawasan wisata populer.
“Kami menempatkan personel di persimpangan jalan dan pusat-pusat keramaian. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk patroli dan kegiatan pengaturan lalu lintas,” kata Agung.
Adapun titik-titik yang diwaspadai meliputi:
* Jalan Gatot Subroto
* Jalan Diponegoro atau kawasan Ngarsopuro
* Jalan RE Martadinata Ketandan, terutama saat akhir pekan
* Sepanjang Jalan Slamet Riyadi, khususnya saat Car Free Night dan malam pergantian tahun
Kawasan Slamet Riyadi menjadi salah satu fokus utama pengamanan karena kerap menjadi pusat keramaian saat perayaan malam tahun baru.
“Kawasan Slamet Riyadi memang berpotensi padat, apalagi saat malam tahun baru. Kami mengantisipasi dengan pemanfaatan teknologi smart city melalui pantauan CCTV serta penempatan personel untuk mengurai arus kendaraan,” ungkapnya.
Polisi Imbau Manfaatkan Layanan 110
Selain pengaturan lalu lintas, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat selama libur Nataru.
Layanan tersebut tidak hanya terbatas pada persoalan lalu lintas, tetapi juga mencakup berbagai laporan darurat lainnya.
“Layanan 110 bisa dimanfaatkan masyarakat selama libur Nataru. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti, tidak hanya terkait lalu lintas,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pos Pengamanan (Pos PAM) Nataru, termasuk Pos PAM Terpadu di Benteng Vastenburg, juga menyediakan beragam fasilitas bagi masyarakat.
“Ini bagian dari upaya kami memberikan rasa aman dan pelayanan maksimal bagi pemudik, wisatawan, maupun warga Solo,” pungkas Agung. (atn/lz)
Editor : Laila Zakiya