KLATEN, SOLOBALAPAN.COM – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.
Pasangan suami istri, Yanto dan Lestiana, menjadi bagian dari 16 korban jiwa dalam kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari.
Kedua jenazah tiba di rumah duka pada Senin sore sekitar pukul 17.05 WIB, diantar menggunakan dua ambulans dari RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan pengawalan pihak kepolisian. Tangis keluarga dan warga pecah saat iring-iringan ambulans memasuki desa.
Kakak kandung Yanto, Narno (49), mengaku keluarga baru menerima kabar duka tersebut pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB, setelah petugas kepolisian bersama perangkat desa mendatangi rumah untuk mengonfirmasi identitas korban.
“Saya menerima kabar pukul tujuh pagi. Ada polisi dan Pak Lurah datang ke rumah, menyampaikan kalau adik saya mengalami kecelakaan di Semarang,” ujar Narno dengan suara tertahan di rumah duka.
Narno menuturkan, adiknya telah puluhan tahun merantau ke Lampung sebagai pedagang es. Dalam perjalanan pulang ke Klaten, Yanto dan istrinya sempat singgah di Jakarta untuk menjenguk salah satu anak mereka.
Nahas, perjalanan pulang ke kampung halaman itu justru menjadi perjalanan terakhir bagi pasangan yang dikenal ramah dan santun tersebut.
Momentum kepulangan mereka secara bersamaan menjadi pukulan tersendiri bagi keluarga. Pasalnya, selama ini Yanto dan Lestiana jarang pulang ke kampung halaman dalam waktu yang bersamaan.
“Biasanya pulang sendiri-sendiri. Entah bapaknya dulu atau ibunya dulu. Tapi kali ini pulang bareng, katanya ada keperluan keluarga, tapi saya juga tidak tahu persis keperluannya,” ungkap Narno.
Narno mengaku terakhir berkomunikasi dengan adiknya pada September lalu, lantaran keduanya sama-sama merantau. Meski tinggal jauh di Lampung, Yanto dikenal memiliki kepedulian sosial tinggi dan selalu berusaha pulang ke Klaten jika ada kerabat atau tetangga yang tertimpa musibah maupun menggelar hajatan.
Pihak keluarga memutuskan memakamkan Yanto dan Lestiana dalam satu liang lahad, dengan posisi berdampingan. Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat prosesi pemakaman mengingat kondisi tanah di pemakaman desa yang cukup sulit.
“Rencananya satu liang, dimakamkan jejer. Supaya prosesi lebih cepat, karena kondisi tanah di sini memang agak susah,” jelas Narno.
Pasangan suami istri ini meninggalkan dua orang anak perempuan dan tiga orang cucu. Anak bungsu mereka diketahui masih menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
Jenazah dijadwalkan akan dimakamkan pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, setelah Salat Zuhur.
Kronologi Singkat Kecelakaan
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV terjadi pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 00.30 WIB. Bus yang mengangkut 34 penumpang dari Jatiasih menuju Yogyakarta tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kehilangan kendali di Simpang Susun Exit Tol Krapyak.
Bus menabrak pembatas jalan hingga terguling, menyebabkan 16 penumpang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut. (ren/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto