SOLOBALAPAN.COM – Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan Gunung Merapi.
Dua orang pemuda asal Yogyakarta dilaporkan tersesat setelah nekat melakukan pendakian ilegal hingga ke puncak melalui jalur Wisata Kalitalang, Desa Balerante, Kemalang, Klaten.
Aksi nekat ini melibatkan tiga orang pemuda yang sengaja mendaki pada waktu dini hari untuk menghindari pengawasan petugas Taman Nasional maupun Pokdarwis setempat.
Kronologi Kejadian: Mendaki Saat Lokasi Sepi
Baca Juga: Begini Nasib 178 Orang yang Terjebak di Ranu Kumbolo saat Gunung Semeru Meletus Kemarin Sore
Sekretaris Desa (Sekdes) Balerante, Jainu, menjelaskan bahwa rombongan tersebut tiba di Kalitalang pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kurang lebih Pukul 04.00 WIB (Sabtu), rombongan pendaki memulai pendakian ilegal dan memarkirkan motor di rumah warga.
Saat hendak turun dari puncak, salah satu anggota rombongan mengalami sakit.
Dua rekannya memutuskan turun terlebih dahulu untuk mencari bantuan, namun justru terpisah di tengah jalan.
Pukul 09.00 WIB (Minggu), satu orang berhasil mencapai area Sapuangin, Desa Tegalmulyo, dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga.
Operasi Pencarian: Fokus Jalur Sapuangin
Anggota SAR Klaten, Indriarto, mengonfirmasi bahwa para pemuda tersebut sadar akan larangan mendaki sampai puncak Merapi, namun tetap memilih untuk melanggar aturan tersebut.
Hingga Minggu (21/12/2025) malam, tim SAR telah menerjunkan dua tim Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir titik-titik koordinat yang diduga menjadi lokasi keberadaan dua pemuda yang masih hilang.
"Dua SRU sudah kami kirim sejak Minggu siang. Namun, hingga malam hari hasil pencarian masih nihil. Operasi tetap difokuskan melalui jalur Sapuangin, Tegalmulyo," ungkap Indriarto.
Peringatan Keras: Merapi Masih Berbahaya!
Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat dan para pendaki untuk tidak meniru aksi nekat tersebut.
Status Gunung Merapi saat ini masih aktif dan sangat berbahaya untuk aktivitas pendakian hingga ke puncak.
Selain medan yang berat, jalur tidak resmi seperti Kalitalang sangat berisiko membuat pendaki disorientasi arah atau tersesat.
Masyarakat diharapkan mematuhi rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) serta pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) demi keselamatan bersama. (ren/dam)
Editor : Damianus Bram