Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tragis! Santri Ponpes Santri Manjung Wonogiri Meninggal Diduga Korban Bullying, Polisi Amankan Sejumlah Pelaku

Iwan Adi Luhung • Kamis, 18 Desember 2025 | 17:18 WIB

 

Ilustrasi bullying yang menyeret seorang anak artis baru-baru ini (FREEPIK)
Ilustrasi bullying yang menyeret seorang anak artis baru-baru ini (FREEPIK)

SOLOBALAPAN.COM - Peristiwa memilukan mengguncang dunia pendidikan keagamaan di Wonogiri.

Seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan (bullying) oleh sesama santri.

Korban berinisial MMA, santri laki-laki berusia 12 tahun asal Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar.

Ia diketahui masih duduk di kelas VII SMP dan baru sekitar enam bulan menimba ilmu di ponpes tersebut.

Sempat Dirawat, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Berdasarkan informasi yang dihimpun, MMA menghembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah sempat menjalani perawatan pada Senin (15/12/2025).

Dugaan sementara, korban mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh beberapa santri lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri, Suhartono, membenarkan adanya laporan dugaan bullying tersebut.

"Kami mendapatkan aduan dari masyarakat terkait hal itu. Ada warga yang curiga santri meninggal dengan adanya luka lebam. Memang betul mengarah ke pembullyan," kata dia Kamis (18/12/2025).

Polisi Turun Tangan, Sejumlah Santri Diamankan

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak PPKB P3A Wonogiri bersama aparat kepolisian langsung melakukan pengecekan di lapangan.

Beberapa santri yang diduga terlibat pun telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"Kalau dari kami, jangan sampai ada kejadian serupa lagi di kemudian hari. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban atau pelaku. Ini kan korban dan pelaku anak-anak semua," kata Hartono.

Dari informasi yang diterima, aksi perundungan terjadi pada Sabtu (13/12/2025).

Setelah itu, korban mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga akhirnya meninggal dunia dua hari kemudian.

"Informasinya bullying-nya terjadi Sabtu (13/12/2025). Korban sempat dirawat di rumah sakit dan meninggal Senin lalu," beber dia.

Diduga Dipicu Hal Sepele, Kekerasan Dilakukan Lebih dari Satu Pelaku

Terkait motif, Hartono mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan sementara dari para terduga pelaku, perundungan dipicu persoalan sepele.

"Infonya korban dipukul. Sebelumnya juga sudah ada (bully) yang dilakukan. Kalau pelaku bullying lebih dari satu orang kan potensi bullying-nya lebih berat ya," papar dia.

Korban disebut kerap menjadi sasaran karena dinilai sulit diminta mandi oleh santri lainnya. Namun, pihak berwenang masih terus mendalami kronologi lengkap kejadian.

Imbauan Keras: Lingkungan Harus Lebih Peka

Atas tragedi tersebut, Hartono mengimbau seluruh pihak untuk lebih peka terhadap tanda-tanda perundungan, baik di lingkungan pondok pesantren, sekolah, maupun masyarakat umum.

"Kalau sampai meninggal dunia, mungkin kan sudah sering terjadi. Lingkungan harus peka. Kita sayangkan ada kejadian seperti ini, semoga tidak terjadi lagi ke depannya," pungkas Hartono.

Sebagai tambahan informasi, Ponpes Santri Manjung diketahui dikelola oleh salah satu anggota Polres Wonogiri.

Hingga kini, polisi disebut telah mengamankan setidaknya tiga orang santri yang diduga terlibat dalam aksi bullying tersebut. (al/lz)

Editor : Laila Zakiya
#mennggal dunia #wonogiri #kasus bullying #ponpes santri manjung