SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, terpaksa dihentikan sementara.
Penghentian ini dilakukan lantaran anggaran operasional dari pemerintah belum cair, sehingga layanan pemenuhan gizi tidak dapat dijalankan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Banjarsari, Beni Supartono, membenarkan adanya penghentian sementara operasional SPPG Manahan.
Menurutnya, kendala tersebut bukan disebabkan masalah teknis di lapangan, melainkan persoalan administrasi pencairan anggaran.
Baca Juga: Protes Jalan Rusak, Warga Dukuh Grijo Boyolali Tanam Pohon Pisang
“Informasinya saat ini memang berhenti sementara. Kita maklumi kemungkinan terjadi gap keuangan, sehingga anggaran itu belum masuk,” ujar Beni saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).
Beni menjelaskan, selama anggaran belum cair, seluruh aktivitas penyediaan layanan pemenuhan gizi otomatis tidak dapat dilaksanakan.
Hal ini berkaitan dengan mekanisme dan siklus pencairan anggaran yang berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan operasional SPPG.
“Siklusnya, anggaran sepuluh hari ke depan itu cair tiga hari sebelumnya. Kalau hari ini belum cair, berarti sepuluh hari ke depan belum bisa beroperasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, penghentian layanan ini murni disebabkan kendala administrasi dan pencairan anggaran. Pihak kecamatan berharap instansi terkait segera menyelesaikan proses tersebut agar SPPG Manahan dapat kembali beroperasi dan layanan pemenuhan gizi berjalan normal.
Dampak penghentian operasional SPPG Manahan dirasakan oleh sejumlah sekolah penerima manfaat. Salah satunya SD Negeri Purworejo. Koordinator MBG SDN Purworejo, Sri Ariyanti, mengungkapkan bahwa sejak Senin (15/12) distribusi makanan bergizi belum diterima oleh sekolahnya.
“Seharusnya MBG terakhir sampai tanggal 18, karena itu terakhir anak-anak mengambil rapor. Setelah itu siswa libur dua minggu, sehingga memang tidak ada MBG,” ungkapnya.
Ariyanti menyebutkan, sebanyak 162 siswa SDN Purworejo belum menerima makanan bergizi sejak awal pekan ini.
Ia berharap selama kegiatan belajar-mengajar masih berlangsung, layanan MBG dapat kembali berjalan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi.
“Informasi yang kami terima memang karena anggaran belum cair. Tapi kami juga belum tahu sampai kapan distribusi MBG ini berhenti,” pungkasnya. (alf/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto