SOLOBALAPAN.COM - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kota Solo mulai meningkatkan kewaspadaan.
Mobilitas warga di akhir tahun selalu melonjak, sementara kegiatan ibadah di gereja-gereja juga berlangsung lebih intens.
Kondisi ini membuat Polresta Surakarta bergerak cepat mengamankan momen Nataru agar tetap kondusif.
Polresta Surakarta menggelar koordinasi awal melalui kegiatan arahan dan sosialisasi pengamanan di Aula Wirasatya 96 Mapolresta Surakarta, Kamis (11/12).
Fokus utama pengamanan: memastikan rasa aman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah Natal, sekaligus menjaga stabilitas Kota Bengawan selama momen liburan panjang.
Wakapolresta Surakarta, AKBP Sigit, menekankan bahwa sinergi lintas elemen—kepolisian, tokoh agama, hingga masyarakat—menjadi kunci keberhasilan Operasi Lilin 2025.
“Perayaan Natal bukan sekadar momen spiritual umat Kristiani, tetapi juga momentum memperkuat toleransi dan persaudaraan. Menjelang Nataru, aktivitas masyarakat meningkat dan tantangan keamanan juga bertambah. Polri berkomitmen menjalankan langkah-langkah pengamanan melalui Operasi Lilin 2025 dengan pola yang lebih kolaboratif,” ujarnya.
Strategi Pengamanan Berlapis: Gereja Prioritas, Patroli Diperkuat
Persiapan pengamanan dilakukan menyeluruh, mencakup:
Peningkatan patroli di gereja dan titik rawan
Penguatan pos pengamanan & pelayanan
Pemantauan potensi gangguan kamtibmas
Koordinasi cepat Bhabinkamtibmas – pengurus gereja
Penempatan personel melekat sesuai klasifikasi gereja prioritas
Polresta Surakarta memastikan setiap gereja mendapat pola penjagaan yang sesuai tingkat kerawanan.
"Tentu nantinya akan ada personil yang kita tempatkan digereja-gereja secara melekat. Untuk jumlah tergantung kategori gereja tersebut apakah prioritas satu atau dua," tutur Sigit.
Dengan pendekatan berlapis ini, aparat berharap rangkaian misa, ibadah malam Natal, hingga kegiatan umat sepanjang libur akhir tahun dapat berjalan aman dan tertib.
Tokoh Agama Apresiasi Pengamanan: Umat Lebih Tenang Beribadah
Kesiapan kepolisian juga mendapat apresiasi dari Penyelenggara Agama Katolik Kemenag Kota Surakarta, Fransisca Putri Andita.
“Sosialisasi ini sangat penting karena menjadi sarana bertukar informasi sekaligus memperkuat kolaborasi. Harapannya, rangkaian misa Natal dapat berlangsung aman dan tertib,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan gereja menyampaikan masukan terkait:
• manajemen parkir jemaat
• pengaturan arus keluar-masuk gereja
• alur misa malam Natal
Semua masukan dicatat sebagai bahan penyempurnaan strategi Operasi Lilin 2025.
Solo Dibuat Tetap Rukun & Kondusif Saat Liburan Panjang
Kota Solo dikenal dengan kultur toleransi yang hangat, terlebih saat momen keagamaan besar.
Karena itu, pengamanan Nataru bukan hanya soal teknis, tetapi juga menjaga atmosfer persaudaraan antarwarga.
"Kami akan memastikan kesiapan penuh dalam menyambut momentum Nataru agar Solo tetap menjadi kota yang rukun, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya," pungkas Sigit.
Dengan koordinasi intensif dan strategi pengamanan yang lebih modern, Polresta Surakarta optimistis Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan berlangsung aman, khidmat, dan penuh kedamaian bagi seluruh warga Kota Bengawan. (atn/lz)
Editor : Laila Zakiya