Toba Pulp Lestari Bantah Tegas Tudingan Jadi Biang Kerok Banjir Sumatra: Operasional Kami Sesuai Aturan!
Didi Agung Eko Purnomo• Minggu, 7 Desember 2025 | 07:02 WIB
PT Toba Pulp Lestari
SOLOBALAPAN.COM – Sorotan tajam mengarah kepada raksasa industri bubur kertas, PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU).
Perusahaan ini dituding oleh sebagian kalangan sebagai salah satu pemicu bencana ekologis banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera baru-baru ini.
Menanggapi tuduhan tersebut, manajemen Toba Pulp Lestari akhirnya buka suara.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (6/12/2025), perseroan menolak mentah-mentah anggapan bahwa operasional mereka menjadi penyebab bencana.
Klaim Kelola Hutan Secara Berkelanjutan
Sekretaris Perusahaan INRU, Anwar Laeden, menegaskan bahwa seluruh aktivitas perusahaan di area Hutan Tanaman Industri (HTI) telah mematuhi standar ketat.
"Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi," tegas Anwar dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Anwar menjelaskan pembelaan perusahaan dengan data:
Luas Konsesi: Dari total 167.912 hektare lahan konsesi yang dimiliki, perusahaan mengklaim hanya menggunakan 46.000 hektare untuk tanaman eucalyptus.
Area Lindung: Sisa lahan di luar tanaman produksi tetap dipertahankan sebagai kawasan lindung dan konservasi.
Standar Lingkungan: Operasional telah melalui penilaian High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) oleh lembaga independen.
"Perseroan menghormati penyampaian aspirasi publik, namun mengharapkan informasi yang disampaikan didasarkan pada data yang akurat," tambahnya.
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari Sekarang?
Di tengah polemik ini, fakta menarik mengenai struktur kepemilikan perusahaan pun terungkap.
PT Toba Pulp Lestari Tbk (dulu bernama PT Inti Indorayon Utama Tbk) ternyata sudah tidak lagi berada di bawah kendali langsung pendirinya, Sukanto Tanoto.
Sejak awal 2025, kendali perusahaan telah beralih ke tangan investor asing baru.
Pemilik Baru: Allied Hill Limited (AHL), sebuah perusahaan investasi berbasis di Hong Kong.
Nilai Transaksi: AHL mengakuisisi 92,54% saham INRU senilai Rp 555,8 miliar (harga Rp 433 per lembar).
Sosok di Balik Layar: AHL dimiliki oleh Everpro Investments Limited, yang sepenuhnya dikendalikan oleh pengusaha bernama Joseph Oetomo.
Dengan demikian, kendali raksasa pulp di Sumatera Utara ini kini berada di tangan Joseph Oetomo, bukan lagi manajemen lama yang merintisnya di tahun 1983.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan simpang siur informasi mengenai tanggung jawab korporasi terhadap bencana lingkungan yang terjadi. (did)