KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karanganyar sejak Jumat (5/12) siang hingga sore menyebabkan sebuah jembatan penghubung dua dusun di Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, ambrol. Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Sosogan dan Kricikan.
Jembatan dengan panjang sekitar 8 meter dan lebar 2,5 meter itu runtuh setelah pondasi di bagian bawah tergerus luapan air sungai.
Kondisi arus yang kuat membuat struktur jembatan tak mampu menopang hingga akhirnya roboh seluruhnya.
Baca Juga: Wardatina Mawa Tegas! Rekaman CCTV Hubungan Terlarang Inara-Fahmi Bukan dari Virgoun
Akses Warga Terganggu, Harus Memutar 6–8 Kilometer
Ambrolnya jembatan membuat mobilitas warga terputus total. Warga dari kedua dusun kini harus menempuh jalur alternatif dengan jarak memutar sekitar 6 hingga 8 kilometer.
Situasi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama mereka yang bekerja, bersekolah, serta petani yang biasa mengangkut hasil panen melalui jalur tersebut.
Kades Rejosari: Pondasi Tergerus Luapan Sungai
Kepala Desa Rejosari, Agus Supadiyanto, membenarkan kejadian tersebut.
“Diduga karena luapan air sungai menggerus pancang pondasi jembatan. Setelah kami cek, kondisinya tidak bisa lagi dilalui,” ujarnya kepada solobalapan.com pada Jumat (5/12) malam.
Baca Juga: Hasil Drawing Piala Dunia 2026: Grup C dan I Jadi Sorotan, Kok Bisa? Ini Ulasannya
Pihak desa telah berkoordinasi dengan BPBD dan melaporkan kerusakan kepada camat setempat. Agus berharap pemerintah kabupaten dapat turun tangan dalam proses perbaikan.
“Statusnya milik pemerintah desa. Tapi anggaran desa sangat terbatas, sehingga kami usulkan ditangani pemerintah kabupaten,” katanya.
Camat: Jembatan Sudah Tua, Perbaikan Mendesak
Camat Gondangrejo, Sri Budi Santoso atau Edo, juga membenarkan laporan tersebut. Setelah pengecekan, disimpulkan bahwa jembatan memang sudah berusia lebih dari satu dekade.
Baca Juga: Profil Ustadz Evie Efendi, Jadi Tersangka Kasus KDRT, Dilaporkan Anak Kandung!
“Menurut keterangan kepala desa dan warga, jembatan itu dibangun belasan tahun lalu. Kondisinya sudah tua dan memang perlu pembaruan,” terangnya.
Pemerintah kecamatan berharap perbaikan dapat segera direalisasikan agar mobilitas warga kembali normal serta mengurangi risiko kecelakaan. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto