KLATEN, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bergerak cepat merespons banjir yang melanda wilayah Delanggu pada Selasa (2/12/2025).
Upaya penanganan dilakukan melalui aksi gotong-royong pembersihan sungai di Dusun Klitak, Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, pada Jumat (5/12/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Klaten, Benny Indra Ardhianto, bersama jajaran BPBD Klaten, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
Sungai Meluap Akibat Sampah dan Intensitas Hujan Tinggi
Benny menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama beberapa hari menyebabkan sungai di wilayah itu meluap hingga merendam sejumlah rumah warga di Dusun Klitak.
“Antisipasi kita saat ini adalah membersihkan sungai. Karena sampahnya luar biasa sehingga aliran tidak bisa lancar,” ujar Benny kepada solobalapan.com.
Menurutnya, tumpukan sampah, ranting, dan pohon tumbang menjadi penghambat utama aliran air. Pembersihan harus dilakukan menyeluruh agar sungai yang melintasi wilayah Klitak tidak kembali meluap.
100 Personel Diterjunkan, Dua Titik Ditangani
Pembersihan sungai diperkirakan berlangsung hingga minggu depan. Pemkab Klaten menurunkan alat berat dan menerjunkan sekitar 100 personel gabungan untuk mempercepat pekerjaan.
“Sebenarnya ada dua titik, selain di Klitak juga di Dusun Jogodayoh, Desa Karang. Maka tim kami juga dibagi di dua lokasi itu,” jelas Benny.
Baca Juga: Siapa Anak Epy Kusnandar dari Pernikahan dengan Istri Pertama? Kini Sosoknya Jadi Sorotan, Damar Rizal Marzuki Ternyata Bukan Orang Sembarangan!
Ajak Warga Lebih Peduli Kebersihan Sungai
Wabup Benny turut menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Kesadaran warga di wilayah hulu dianggap krusial untuk mencegah penumpukan sampah.
“Harapannya, di hulu tidak lagi membuang sampah ke sungai maupun sembarangan,” tegasnya.
Ia bersama Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, telah mendorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah tangga. Di sisi hilir, Pemkab Klaten juga terus melanjutkan perbaikan pengolahan sampah di TPA, termasuk penanganan air lindi.
Warga Harapkan Solusi Jangka Panjang
Meski pembersihan sedang dilakukan, sebagian warga masih merasakan trauma akibat banjir yang terjadi tiba-tiba.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Sragen, Empat Wilayah Terendam
“Hujannya deras, tapi air sungai cepat sekali naik dan masuk ke rumah. Tingginya sampai sekitar 1 meter,” ungkap Sri Rejeki (43), warga Klitak.
Ia mengatakan air baru surut setelah dua jam. Enam rumah warga lainnya juga mengalami kondisi serupa.
Sri berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada pembersihan sungai, tetapi juga menghadirkan solusi permanen, seperti normalisasi sungai dan peninggian tanggul di titik-titik kritis.
“Kami sangat berterima kasih atas pembersihan yang sekarang berjalan. Tapi kami berharap ada solusi jangka panjang, seperti pengerukan rutin agar kami bisa tenang saat hujan deras,” ujarnya. (ren/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto