SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Pentas Wayang Orang Sriwedari akhir pekan ini bukan sekadar pertunjukan seni tradisional.
Pertunjukan pada Sabtu (6/12) malam tersebut akan menjadi momentum aksi solidaritas, karena seluruh hasil penjualan tiket akan disalurkan untuk membantu korban bencana di Sumatera.
Pemerintah Kota Surakarta pun mengajak masyarakat memenuhi gedung Sriwedari sebagai bentuk dukungan kemanusiaan.
Plt Kepala UPT Kawasan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Bonita Rintyowati, menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan pentas spesial ini bersama para seniman dan bintang tamu.
“Kami langsung koordinasi dengan bintang tamu dan seniman yang terlibat di pentas besok setelah mendapat arahan dari Pak Kepala. Hasil pentasnya akan disalurkan untuk membantu korban bencana Sumatera, makanya ada beberapa upaya dengan sejumlah tokoh seni agar pentas Sabtu malam bisa full penonton. Untuk bintang tamu atau seniman tambahan ada beberapa dari Keraton Surakarta seperti BRM Bambang Irawan dan Kanjeng Lintang, yang lainya masih dalam konformasi,” kata dia, Jumat (5/12).
Tiketing Ramai, Penonton Bisa Pesan Lewat Medsos
Masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi bisa memesan tiket melalui media sosial resmi Wayang Orang Sriwedari atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta.
Pembelian secara langsung juga dibuka sebelum acara dimulai pukul 19.30 WIB.
Harga tiket tetap terjangkau: Rp 20.000 untuk penonton domestik dan Rp 50.000 untuk wisatawan mancanegara.
“Kalau mau nonton ya minimal bisa datang 30 menit sebelum pentas ya. Atau tidak bisa pesan dulu di media sosial kami karena ada nomor yang dicantumkan untuk pemesanan tiket. Yang agak berbeda adalah pembayaran pentas di Sabtu (6/12) secara tunai, karena kalau pakai QRIS seperti biasanya langsung masuk ke kas daerah,” beber Bonita.
Libatkan Keraton, Mangkunegaran, hingga RRI
Informasi resmi Disbudpar Surakarta menyebutkan bahwa pentas bertema “Kolaborasi Peduli Bencana Sumatera” ini akan diramaikan oleh tokoh-tokoh seni dari:
* Keraton Surakarta
* Pura Mangkunegaran
* RRI Surakarta
* ISI Surakarta
* BKKT Surakarta
* SMK Negeri 8 Surakarta
Pementasan akan mengangkat lakon Sang Bisma dan menampilkan Duo Sinden Minin dan Apri, dua nama besar yang lekat dengan seni tradisi Surakarta.
Makna Sang Bisma: Nilai Dharma di Tengah Bencana
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan bahwa lakon yang diambil bukan tanpa alasan.
“Lakon yang diangkat adalah Sang Bisma. Bisma adalah sosok yang menjunjung tingga dharma yang teguh dan menjadi penjunjung moral di tengah situasi sulit. Bisma mengajarkan agar seorang pemimpin bisa memimpin warganya keluar dari masa darurat. Kami mengajak semua masyarakat untuk ikut serta pada pentas Sabtu (6/12), seluruh hasil penjualan tiket akan disalurkan pada saudara kita yang tertimpa musibah,” ucap Respati Ardi. (ves/lz)
Editor : Laila Zakiya