Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Sragen, Empat Wilayah Terendam

Ahmad Khairudin • Jumat, 5 Desember 2025 | 20:40 WIB

Hujan deras pada Kamis (4/12) memicu tanah longsor dan banjir di Kabupaten Sragen.
Hujan deras pada Kamis (4/12) memicu tanah longsor dan banjir di Kabupaten Sragen.

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Kabupaten Sragen kembali dihantam bencana hidrometeorologi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (4/12) sore.

Curah hujan tinggi sejak pukul 13.00 WIB memicu dua bencana sekaligus, yakni tanah longsor dan banjir, yang mengganggu aktivitas warga di sejumlah kecamatan.

Insiden ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia menjelang puncak musim hujan, seperti banjir bandang maupun longsor.

Longsor di Ngrampal

Dampak paling signifikan terjadi di Dukuh Wareg, Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal. Sebuah tebing tanah longsor dengan ukuran cukup besar.

Baca Juga: Nikahi Gadis Muda dengan Cek Rp3 Miliar hingga Bikin Keluarga Besan Percaya, Kini Mbah Tarman Terima Nasib Jadi Tersangka, Fix Palsu?

Camat Ngrampal, Sudarsini, menyebut longsoran memiliki kedalaman sekitar 6 meter dan panjang material kurang lebih 11 meter.

“Kami bersama BPBD sudah memantau lokasi dan memasang tanda peringatan agar tidak membahayakan warga,” jelasnya.

Banjir Genangi Empat Titik

Selain longsor, banjir turut merendam pemukiman di beberapa wilayah, di antaranya:

Baca Juga: Saling Serang, Inara Rusli Balik Laporkan Wardatina Mawa soal Tudingan Ilegal Akses CCTV, Istri Insanul Fahmi Dapat Rekaman dari Mana?

Camat Karangmalang, Dani Wahyu Setiawan, mengatakan pihaknya masih memonitor kondisi di wilayah rawan banjir tersebut. Sementara itu, Lurah Sragen Kulon, Prima Adi Surya, memastikan genangan air di wilayahnya sudah mulai surut.

BPBD Lakukan Asesmen

Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, R. Triyono Putro, menyampaikan bahwa timnya masih melakukan asesmen komprehensif di seluruh titik terdampak.
“Setelah data lengkap, akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Peringatan Kesiapsiagaan

Bencana yang terjadi di Sragen menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat terkait tingginya risiko hidrometeorologi di musim penghujan. BNPB mencatat, sepanjang tahun ini banjir dan longsor mendominasi kejadian bencana di Indonesia, dipicu intensitas hujan ekstrem serta kondisi lingkungan yang rentan.

Penguatan sistem drainase, penataan ruang wilayah, serta edukasi mitigasi longsor menjadi langkah prioritas yang perlu diperkuat mengingat ancaman diperkirakan meningkat seiring perubahan iklim. (din/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Bencana hidrometeorologi #bpbd sragen #kabupaten sragen #bnpb