SOLOBALAPAN.COM – Lonjakan konsumsi Pertamax Turbo di Solo Raya membuat sebagian masyarakat mengira BBM beroktan tinggi itu tengah langka.
Namun data menunjukkan kenyataannya berbeda.
Permintaan memang meningkat tajam hingga 30 persen sepanjang Oktober, tetapi kontribusi penggunaan Turbo sejatinya hanya sekitar 1 persen dari total konsumsi BBM.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT) Taufiq Kurniawan menegaskan bahwa pasokan tetap normal dan tidak ada pengurangan suplai.
“Di bulan Oktober saja naiknya signifikan sampai dengan 30 persen untuk konsumsi Pertamax Turbo di Solo dan Sukoharjo. Di Jogja juga naik 20 persen. Sementara data November belum bisa kami keluarkan karena masih proses settling,” beber Taufiq saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Selasa (2/11).
Kesadaran Konsumen Naik, Turbo Makin Diburu
Menurut Taufiq, lonjakan permintaan Pertamax Turbo mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas bahan bakar yang lebih baik bagi performa mesin.
Di Solo Raya terdapat enam SPBU yang menyediakan Pertamax Turbo, salah satunya di kawasan Solo Baru.
Meski beberapa SPBU sempat kehabisan stok di jam-jam tertentu, Taufiq menegaskan hal itu tidak bisa disimpulkan sebagai kelangkaan, sebab pangsa konsumsi Turbo memang sangat kecil.
“Pertalite itu mendominasi dengan 70 persen, Pertamax 20 persen, lalu Pertamax Green yang mencapai 9 persen meski baru ada di satu SPBU Solo,” sebutnya.
BBM Premium dengan RON 98: Siapa yang Membutuhkan?
Pertamax Turbo adalah BBM dengan RON tertinggi Pertamina, yakni 98.
Produk ini memang ditujukan untuk kendaraan dengan teknologi mesin tinggi seperti mobil performa tinggi, supercar, atau kendaraan berstandar high tier.
Bagi pengguna harian, Taufiq menegaskan ada alternatif lain bila Turbo tidak ditemukan di SPBU.
“Harapannya masyarakat itu tidak perlu risau karena ini hanya 1 persen. Kalau untuk harian itu saya rasa Pertamax Green dengan optan yang tidak terlalu jauh (95 persen) masih bisa meng-cover, apabila konsumen tidak menemukan Pertamax Turbo di lapangan,” tuturnya.
Pertamina Siapkan Penyesuaian Suplai untuk SPBU dengan Permintaan Tinggi
Seiring meningkatnya minat masyarakat, Pertamina tengah menyiapkan pola suplai baru.
Penyesuaian ini dilakukan semata-mata untuk mengimbangi kenaikan konsumsi Pertamax Turbo yang meningkat hampir di seluruh Jawa Tengah–DIY.
“Hal ini terjadi hampir di se Jawa Tengah-DIY,” ucapnya.
Taufiq menegaskan bahwa pasokan tetap aman. Bahkan, Pertamina mempertimbangkan penambahan suplai untuk SPBU dengan tingkat konsumsi tertinggi.
“Kalau Solo itu (permintaan) Turbo tertinggi ada empat. Di antaranya di Solo Baru, di Jalan R.M. Said Kelurahan Punggawan, di Jalan Adi Soemarmo Kelurahan Banyuanyar, dan Jalan Veteran. Nah, mungkin akan kami fokuskan ke empat SPBU tersebut,” katanya.
Lonjakan Permintaan Bukan Kelangkaan
Kenaikan konsumsi Pertamax Turbo di Solo Raya bukanlah sinyal kelangkaan, melainkan konsekuensi dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas BBM.
Dengan porsi konsumsi Turbo yang hanya 1 persen, Pertamina memastikan suplai tetap aman dan siap menyesuaikan distribusi di titik-titik SPBU yang permintaannya paling tinggi. (nis)
Editor : Laila Zakiya