BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Satlantas Polres Boyolali resmi menuntaskan pelaksanaan Operasi Zebra 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 17–30 November 2025.
Dari hasil kegiatan, tercatat sebanyak 353 tindakan tilang diberikan kepada para pengguna jalan.
Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Tri Afandi, menjelaskan bahwa dari total penindakan tersebut, 116 pelanggaran tercapture melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan 237 lainnya merupakan penindakan manual.
“Jumlah penindakan Operasi Zebra 2025 mengalami penurunan dibanding tahun 2024. Sebab, tahun ini kami lebih mengedepankan kegiatan preventif, serta himbauan kepada para pelanggar,” ungkap Fandi kepada solobalapan.com, Senin (1/12).
Mayoritas pelanggaran yang ditemukan di antaranya pengendara tidak memakai helm, melanggar rambu lalu lintas, serta pengemudi di bawah umur.
Selain itu, Satlantas juga menindak sejumlah pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan serius, seperti balap liar dan penggunaan knalpot tidak standar (brong).
“Penindakan hanya menyasar pelanggaran yang kasat mata. Termasuk balap liar yang menjadi atensi utama selama Operasi Zebra 2025,” lanjutnya.
Selain penindakan tilang, Satlantas Polres Boyolali mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 3 persen dari tahun sebelumnya.
Selama operasi, terjadi 17 insiden kecelakaan, dengan rincian 1 korban meninggal dunia dan 16 lainnya luka ringan. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 25,8 juta.
Menurut Fandi, pelanggaran lalu lintas banyak ditemukan pada jam-jam aktivitas padat, yakni pagi hari, sore hari, serta beberapa kegiatan pada malam hari, terutama terkait penggunaan knalpot brong dan balap liar di wilayah hukum Polres Boyolali.
Ia juga menilai tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih perlu ditingkatkan. Karena itu, upaya preventif seperti sosialisasi dan edukasi tentang keselamatan berkendara akan terus dilakukan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, serta memahami faktor-faktor penyebab kecelakaan. Dengan begitu, wilayah hukum Polres Boyolali dapat tetap aman dan kondusif, dan masyarakat semakin patuh terhadap etika berlalu lintas,” tutupnya. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto