BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Boyolali mengevakuasi sarang tawon raksasa berukuran sekitar dua kali helm orang dewasa.
Evakuasi dilakukan setelah empat warga tersengat tawon dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Tim rescue Damkar Satpol PP Boyolali, Setiabudi Oktafian, mengatakan evakuasi dilakukan di atap rumah milik Indro Suparno, Dukuh Gatak Dampit, Desa Randusari, Kecamatan Teras, Kamis (27/11) dini hari.
Proses Evakuasi Terkendala Lokasi Berbahaya
Proses penanganan sempat terkendala karena posisi sarang berada di titik yang sulit dijangkau. Kondisi kayu atap yang sudah rapuh membuat tim harus ekstra hati-hati.
“Posisinya susah, sulit dijangkau. Terpaksa harus menggunakan alat, lalu dibakar. Sebenarnya eman, soalnya besar. Sarangnya ada di gunungan atap, di bawah genteng,” jelas Oktavian saat dihubungi, Kamis (27/11).
Sarang yang dievakuasi diketahui merupakan jenis tawon Vespa affinis, atau dikenal masyarakat sebagai tawon endas—jenis tawon yang agresif dan memiliki sengatan berbahaya.
Empat Warga Disengat Saat Beraktivitas di Kebun
Sebelum dievakuasi, tawon dari sarang tersebut menyerang empat warga yang sedang beraktivitas di kebun belakang rumah.
“Lokasi kebunnya dekat sarang tawon. Siang itu sarangnya terlihat jelas, makanya langsung lapor setelah ada korban,” lanjutnya.
Dari keterangan pelapor, para korban tidak sedang berinteraksi langsung dengan sarang. Hanya saja lokasi kebun berdekatan dengan titik berdirinya sarang tawon di atas rumah.
Laporan Evakuasi Tawon Meningkat Tajam
Oktavian mengungkapkan, sejak memasuki musim hujan, laporan masyarakat terkait sarang tawon terus meningkat. Bahkan pada Kamis malam (27/11), Damkar kembali bersiap mengevakuasi sarang tawon berukuran jumbo di beberapa titik.
Kabid Damkar Boyolali, Supriyono, membenarkan banyaknya permintaan evakuasi ini. Menurutnya, tawon kerap membangun sarang baru di area pemukiman untuk menjaga sarang tetap kering.
“Kalau di area terbuka, sarang tawon akan basah saat hujan. Maka mereka mencari lokasi yang lebih aman, termasuk di sekitar pemukiman,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan sarang tawon endas (Vespa sp) maupun tawon gung (Apis dorsata).
“Dua jenis itu yang harus diwaspadai dan segera dilaporkan untuk dievakuasi,” tegasnya.
Masyarakat Diminta Tidak Mengganggu Sarang
Supriyono juga mengingatkan warga agar tidak mencoba mengganggu sarang tawon secara mandiri. Jika diperlukan, warga dapat menghubungi Damkar atau relawan untuk penanganan yang aman.
“Evakuasi kebanyakan dilakukan di kawasan rumah, sebagian kecil di halaman dan kebun warga,” tambahnya.
Pada Kamis (20/11) malam sebelumnya, Damkar bahkan menerima enam laporan sekaligus terkait permintaan evakuasi sarang tawon. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto