KLATEN, SOLOBALAPAN.COM — Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Melati, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.
Sebuah mobil Suzuki Ignis bernomor polisi AD 1566 BV menabrak lapak pedagang nasi cokot dan sebuah pohon di tepi jalan.
Benturan keras sempat mengagetkan warga dan pedagang di sekitar lokasi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Namun, pedagang nasi cokot yang berada tepat di depan lapaknya mengalami luka ringan dan syok.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Klaten, Iptu Alif Akbar Lukman Hakim menjelaskan, kecelakaan bermula ketika mobil yang dikemudikan seorang ibu hendak keluar dari gang Jamalan. Pengemudi kemudian berbelok kanan ke arah TK BIAS dan bermaksud menepi.
“Pengemudi mobil salah menginjak gas yang seharusnya rem. Kendaraan lalu membentur pedagang nasi dan pohon,” ungkap Alif, Selasa (25/11/2025).
Meski terdapat korban luka, pihak kepolisian memastikan bahwa kedua pihak telah menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan.
“Kedua belah pihak sudah ada kesepakatan, sehingga masalah diselesaikan secara musyawarah,” tambahnya.
Baca Juga: Terbongkar! Bejatnya Insanul Fahmi, Ngaku Single Demi Selingkuhi Inara Rusli, Sang Istri Sah Ungkap Fakta Tak Diakui 5 Tahun
Pedagang Sempat Terpental
Seorang saksi bernama Tanti (50) mengatakan bahwa mobil melaju dari Gang Jamalan dan tiba-tiba menabrak pedagang yang berada di depan lapaknya.
“Nabrak yang jual sego cokot. Mobil dari sini (Gang Jamalan) mau ke arah BIAS tapi malah nabrak. Saya kaget karena pedagang itu kakak saya,” tuturnya.
Lokasi kejadian diketahui merupakan deretan lapak pedagang kaki lima yang menjual nasi cokot, nasi daun jeruk, hingga risol.
Pedagang nasi daun jeruk, Iin (57), menyebut korban berinisial KD (25), warga Kecamatan Bayat, sempat terpental akibat benturan.
“Saya cari-cari pedagang nasi cokot, ternyata sudah ada di belakang saya dalam posisi tengkurap,” ujarnya.
KD disebut mengeluhkan nyeri dan lemas pada kaki kanannya, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis. (ren/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto