BOYOLALI, SOLOBNALAPAN.COM – Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Boyolali harus bekerja ekstra di musim hujan.
Pasalnya, laporan evakuasi sarang tawon terus meningkat. Pada Kamis (20/11) malam saja, petugas Damkar Boyolali mengevakuasi enam sarang tawon di beberapa lokasi berbeda.
Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali, Supriyono, mengungkapkan laporan berasal dari wilayah Mojosongo, Teras, Sawit, hingga Kartasura.
“Tadi malam ada enam laporan untuk evakuasi sarang tawon. Biasanya tawon affinis, kami biasa menyebutnya tawon endas,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (21/11).
Baca Juga: RESMI! Surat Usulan Kenaikan Gaji PNS 2026 Sudah Masuk Kemenkeu, Ini Komentar Menkeu Purbaya
Menurutnya, meningkatnya sarang tawon di permukiman diduga karena tawon memilih area yang lebih aman dari hujan. Jika berada di tempat terbuka, sarang akan basah dan rusak akibat air hujan.
Karena itu, Supriyono mengimbau masyarakat waspada jika menemukan sarang tawon endas (Vespa sp) maupun tawon gung (Apis dorsata) yang dikenal agresif dan membahayakan.
“Dua jenis itu yang harus diwaspadai dan segera dilaporkan untuk dievakuasi,” bebernya.
Baca Juga: Ular Sanca Sepanjang 4 Meter Masuk Kandang Ayam, Berhasil Dievakuasi
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan tidak mencoba mengusik sarang tawon sendiri. Jika diperlukan bantuan, bisa langsung menghubungi Damkar atau relawan terdekat.
“Evakuasi kebanyakan dilakukan di kawasan rumah, sebagian kecil di halaman dan kebun warga,” lanjutnya.
Adapun enam lokasi evakuasi pada Kamis malam tersebut meliputi:
Baca Juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Beli Bahan Peledak dari Toko Online & Rakit Bom Seorang Diri
-
Perum Griya Bumi Boyolali Blok E 12 RT 06 RW 04, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo
-
Dukuh Suruh RT 01 RW 06, Desa Kopen, Teras
-
Kandang Menjangan RT 06 RW 016, Desa Pucangan, Kartasura
-
Dua lokasi di Dukuh Ngares RT 23 RW 03, Desa Kadireso, Teras
-
Dukuh Tegalmiring RT 04 RW 04, Desa Kemasan, Sawit
Supriyono menegaskan, sejak awal musim hujan pihaknya hampir selalu menerima minimal satu laporan evakuasi sarang tawon setiap hari. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto