SOLOBALAPAN.COM – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Yamaha Fazzio AD 3017 BCF, truk tangki Hino B 9718 SEI, serta sebuah kendaraan bermuatan besi yang belum teridentifikasi terjadi di Jalan Solo–Wonogiri, tepatnya depan RM Jinung, Telukan, Grogol, Rabu (19/11) sore.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo IPTU Ardian Harlinanda, mewakili Kasat Lantas AKP Doohan Octa Prasetya dan Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kecelakaan bermula ketika sebuah kendaraan tidak dikenal dengan muatan besi melaju dari arah selatan ke utara. Di belakangnya melaju Yamaha Fazzio AD 3017 BCF yang dikendarai Rania Kinaya Putri (14), pelajar asal Godegan, Desa Gentan, Bendosari.
Di belakang motor tersebut, melaju truk tangki Hino B 9718 SEI yang dikemudikan Endriyanto (42), warga Boyolali.
Sesampainya di lokasi, kendaraan bermuatan besi itu berbelok ke kiri. Diduga muatan besi pada kendaraan tersebut menyenggol Fazzio hingga membuat pengendara dan pemboncengnya terjatuh.
Pada saat bersamaan, truk tangki di belakang tidak mampu menghindar karena jarak terlalu dekat. Akibatnya, pembonceng motor, Silvana Happy Azka Hastono (14), warga Baran, Desa Toriyo, Bendosari, terlindas dan meninggal di tempat.
Sementara pengendara motor, Rania, mengalami luka pada kaki dan tangan. Ia segera dievakuasi ke RS Indriyati Solo Baru untuk mendapatkan perawatan dan harus menjalani opname.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Mojosongo Boyolali Dini Hari Tadi, L300 Ringsek Parah usai Terabas Lampu Merah
Pengemudi truk tangki dan penumpangnya, Waskito Aji Saputro (31), warga Sragen, tidak mengalami luka. Kendaraan bermuatan besi yang diduga menjadi pemicu kecelakaan langsung kabur dan hingga kini belum diketahui identitas maupun keberadaannya.
Ardian menjelaskan bahwa Unit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo telah melakukan olah TKP serta langkah penyelidikan lainnya. Pemeriksaan saksi, analisis rekaman CCTV di sepanjang jalur, serta pengumpulan keterangan tambahan terus dilakukan untuk mengidentifikasi kendaraan yang melarikan diri.
“Penyelidikan kami lakukan secara profesional dan bertahap. Upaya identifikasi kendaraan yang melarikan diri menjadi prioritas karena sangat penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara lengkap,” tegas IPTU Ardian.
Ia menambahkan, penanganan terhadap korban telah dilakukan sesuai standar, termasuk evakuasi, pendataan identitas, hingga pemberitahuan kepada keluarga. Seluruh proses administrasi kecelakaan juga ditangani sesuai ketentuan.
Ardian mengimbau pengguna jalan lebih berhati-hati, terutama ketika berkendara di belakang kendaraan besar atau bermuatan panjang.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jaga jarak aman dan tetap waspada agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto