Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Geger Keraton Solo: Mangkubumi Berkhianat! GKR Timoer Kecewa Berat

Silvester Kurniawan • Jumat, 14 November 2025 | 18:36 WIB
KGPH Hangabehi menobatkan diri sebagai Pakoe Boewono XIV (PB XIV).
KGPH Hangabehi menobatkan diri sebagai Pakoe Boewono XIV (PB XIV).

SOLOBALAPAN.COM - Geger Keraton Surakarta kembali memanas pasca-pertemuan yang digelar Mahamenteri Tedjowulan dan Lembaga Dewan Adat (LDA) pada Kamis (13/11/2025).

Dalam pertemuan tersebut, GPH Mangkubumi (yang juga dikenal sebagai KGPH Hangabehi) menobatkan diri sebagai Pakoe Boewono XIV (PB XIV).

Tindakan ini memicu reaksi keras dari GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, putri tertua almarhum SISKS Pakubuwono XIII, yang mengaku kecewa berat dan menuduh adiknya melakukan pengkhianatan.

GKR Timoer: Mangkubumi Berkhianat dan Mengulang Suksesi Lama

Baca Juga: Sosok KRAy Winari, Ibu KGPH Hangabehi Disorot usai Sang Putra Rebutan Tahta Pakubuwono XIV dengan KGPH Purbaya, Ini Profilnya

Ditemui tak lama setelah penobatan tersebut, GKR Timoer tak kuasa menahan kekecewaannya.

Ia menyebut tindakan adiknya, GPH Mangkubumi, sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kesepakatan yang telah dibuat oleh keluarga besar putra-putri dalem PB XIII.

“Ini seperti mengulang suksesi PB XIII yang lalu. Saya sedih sekali. Gusti Mangkubumi bisa berkhianat kepada kami—kakak-kakaknya dan adik-adiknya sendiri. Itu yang paling saya sesalkan,” ujar GKR Timoer dengan nada tegas.

Menurut GKR Timoer, sebelumnya sudah ada kesepakatan bulat di antara anak-anak PB XIII mengenai penerus tahta Kasunanan.

Dalam pertemuan keluarga yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, keluarga telah menyepakati satu nama.

“Kami sudah berbicara terbuka di hadapan gubernur, bapak wali kota, dan Mas Gibran. Saat itu saya juga sudah menyebut dengan jelas bahwa yang akan meneruskan adalah Putra Mahkota KGPH Purboyo,” tegasnya.

Penobatan Mangkubumi Dinilai Cacat Hukum dan Adat

Atas dasar kesepakatan tersebut, GKR Timoer menilai penobatan yang dilakukan Mangkubumi bersama kelompok Tedjowulan cacat secara hukum maupun adat. Ia menyoroti minimnya kehadiran keluarga inti dalam pertemuan tersebut.

“Pertemuan itu tidak bisa mewakili kami. Dari pihak putra-putri PB XIII hanya Mangkubumi yang hadir, sedangkan dari putra-putri PB XII hanya enam orang, dua di antaranya walkout. Dari 23 yang diundang, hanya segelintir yang datang. Silakan nilai sendiri, apakah ini sah secara hukum atau adat,” ujarnya, mempertanyakan keabsahan penobatan tersebut.

Penobatan Resmi KGPH Purboyo Tetap Lanjut

Meski terjadi pengkhianatan dan penobatan tandingan, GKR Timoer memastikan bahwa pihaknya tidak akan gentar dan tetap akan melanjutkan rencana penobatan resmi.

Putra Mahkota KGPH Purboyo telah disiapkan untuk dinobatkan sebagai SISKS PB XIV pada Sabtu (15/11) mendatang di Keraton Surakarta.

“Upacara akan tetap kami laksanakan,” pungkasnya.

Konflik ini memastikan bahwa dualisme kepemimpinan di Keraton Surakarta kembali terjadi, memecah perhatian publik dan keluarga dalem. (ves/dam)

Peserta sosialisasi penilaian kinerja kepala sekolah TK, SD, dan SMP yang digelar di Aula Cendekia Disdikbud Kota Magelang, Rabu (12/11/2025).   
Peserta sosialisasi penilaian kinerja kepala sekolah TK, SD, dan SMP yang digelar di Aula Cendekia Disdikbud Kota Magelang, Rabu (12/11/2025).  
Peserta sosialisasi saat mengajukan pertanyaan.
Peserta sosialisasi saat mengajukan pertanyaan.
Editor : Damianus Bram
#geger keraton #keraton solo #KGPH Hangabehi #LDA Keraton #keraton kasunanan surakarta #Tedjowulan #pb xiv #gkr timoer rumbai