Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Geger Keraton Solo: Dualisme Tahta! Kubu LDA dan Tedjowulan Nobatkan KGPH Hangabehi Jadi PB XIV, Tolak Hadiri Jumenengan Gusti Purbaya

Silvester Kurniawan • Jumat, 14 November 2025 | 00:51 WIB
KGPH Hangabehi dengan pakaian ala raja melakukan sungkem kepada Mahamenteri KGPA Tedjowulan, Kamis (13/11/2025). KGPA Tedjowulan dan LDA menobatkan KGPH Hangabehi sebagai SISKS Pakoe Boewono XIV.
KGPH Hangabehi dengan pakaian ala raja melakukan sungkem kepada Mahamenteri KGPA Tedjowulan, Kamis (13/11/2025). KGPA Tedjowulan dan LDA menobatkan KGPH Hangabehi sebagai SISKS Pakoe Boewono XIV.

SOLOBALAPAN.COM – Ketegangan di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat semakin memuncak, mengarah pada potensi dualisme kepemimpinan raja baru.

Setelah sebelumnya kubu Gusti Purbaya merencanakan upacara jumenengan, kini kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) dan Mahamenteri KGPA Tedjowulan bergerak cepat dengan menobatkan KGPH Hangabehi sebagai SISKS Pakoe Boewono XIV pada Kamis (13/11/2025).

GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng), Ketua LDA Keraton Kasunanan Surakarta, membenarkan bahwa seluruh keluarga besar dan abdi dalem telah satu suara terkait suksesi putra tertua mendiang PB XIII, KGPH Hangabehi (Pengeran Mangkubumi).

Menyatukan Suara dan Menjaga Keutuhan Sentono

Baca Juga: Jelang Jumenengan PB XIV Sabtu Ini, Keraton Solo Kirim Undangan Resmi ke Sri Sultan Hamengkubuwana X

Gusti Moeng menyampaikan tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mengakhiri keributan di keraton.

“Kita menyatukan keluarga besar dan abdi dalem dari berbagai kabupaten semua datang. Yang paling utama niatan kita itu supaya keributan yang dulu-dulu itu (sekarang) bisa jadi satu. Yang dulu sudah selesai, kita menyatu saja karena yang terpenting menjaga keutuhan sentono abdi dalem dan kerabat untuk melestarikan karaton,” kata Gusti Moeng.

Dokumentasi foto menunjukkan KGPH Hangabehi hadir dengan pakaian lengkap ala raja dan melakukan sungkem pada kerabat yang dituakan, termasuk Gusti Moeng dan KGPA Tedjowulan.

“Kami berpegang pada hak, itu kan Gusti Allah yang menehi (memberi, Red.),” tegas Gusti Moeng.

Menolak Hadiri Pelantikan Purbaya

Langkah tegas kubu LDA ini sekaligus menanggapi rencana Jumenengan KGPH Purbaya (putra laki-laki kedua PB XIII) pada Sabtu (15/11/2025). Gusti Moeng memastikan pihaknya tidak akan menghadiri kegiatan tersebut.

“Ya biar saja dia mau jalan, saya tetap akan berpegang pada 40 hari atau 100 hari. Kami tidak mungkin hadir,” katanya.

Gusti Moeng juga menegaskan peran Mahamenteri Tedjowulan sebagai sesepuh yang ditugaskan pemerintah.

“Gusti Tedjo sebagai sesepuh, jadi semua apa yang kita lakukan harus melibatkan beliau untuk koordinasi dengan pemerintah. Karena beliau yang ditugaskan oleh pemerintah sebagai penyambung pada LDA dan seluruh kerabat. Hasil hari ini pun langsung dibawa Panembahan (Tedjowulan) untuk disampaikan pada pemerintah,” tegas Gusti Moeng. (ves/dam)

Editor : Damianus Bram
#Pakoe Boewono XIV #gusti purbaya #geger keraton #keraton solo #KGPH Hangabehi #keraton kasunanan surakarta #dualisme #pb xiv