SOLOBALAPAN.COM – KGPA Tedjowulan, adik mendiang SISKS Pakoe Boewono XIII Hangabehi dan Maha Menteri Keraton, menegaskan bahwa ia tidak dalam posisi mendukung atau menolak wacana pelantikan Gusti Purbaya sebagai penerus tahta Pakoe Boewono XIV.
Sikap ini diambil di tengah upaya konsolidasi keluarga dan terbitnya surat resmi dari Pemerintah Pusat.
Melalui sambungan telepon, Rabu (12/11/2025) siang, Kanjeng Pakoenagoro (perwakilan Tedjowulan) menjelaskan bahwa komunikasi intens dengan semua pihak—termasuk putra-putri PB XII dan PB XIII—masih berlangsung hingga saat ini.
Komunikasi intens juga sudah dilakukan dengan pemerintah, dalam hal ini dengan Pemkot Surakarta, Pemprov Jawa Tengah, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon perihal pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.
Surat Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Wajib Lindungi Cagar Budaya
Kanjeng Pakoenagoro mengungkapkan, pengelolaan Keraton Surakarta Hadiningrat kini kembali ditekankan untuk mengacu pada keputusan pemerintah.
“Pak Menteri (Kebudayaan Fadli Zon) sudah mengeluarkan surat tertanggal 10 November kemarin. Isinya kurang lebih menyatakan bahwa keraton merupakan cagar budaya penting sehingga wajib dilindungi undang-undang. Negara wajib hadir untuk memastikan keraton berjalan sesuai ketetapan adat dan hukum nasional. Pak Menteri mengkonfirmasi bahwa Mahamenteri (KGPA Tedjowulan) untuk menjalankan fungsi Ad Interim sesuai SK Mendagri,” kata dia.
Seruan untuk Menunda Jumenengan Sabtu Ini
Perihal suksesi kepemimpinan Keraton Surakarta Hadiningrat, pemerintah meminta semua pihak untuk menahan diri dan berkoordinasi dan melakukan rembug keluarga (musyawarah) dengan KGPA Tedjowulan.
Ini bisa dimaknai agar semua tetap sabar dan mengutamakan kesejukan, serta tidak perlu saling mendahului karena yang paling penting untuk menentukan visi-misi masa depan keraton.
"Dalam ini Panembahan Agung Tedjowulan tidak dalam posisi mendukung dan menolak salah satu pihak. Beliau merangkul semua pihak, mengkonsolidasikan semua unsur. Tahapan untuk bertemu putra putri dalem (PB XII atau PB XIII) masih berlangsung dan belum mengerucut pada satu dua nama," beber dia.
Kanjeng Pakoenagoro menegaskan bahwa pihaknya tidak berkomentar soal wacana upacara pelantikan raja baru yang akan dihelat pada Sabtu (15/11/2025) mendatang, karena harus ada koordinasi terlebih dahulu dengan Mahamenteri.
“Kita perlu mengingatkan bahwa sudah ada surat menteri kebudayaan yang meminta pihak-pihak lain untuk menahan diri tanpa melalui koordinasi atau rembug keluarga dengan Mahamenteri (Tedjowulan, Red.),” kata dia.
Sebelumnya, KGPA Tedjowulan sempat memberikan pernyataan saat prosesi pemberangkatan jenazah SISKS Pakoe Boewono XIII, 5 November 2025 lalu.
Dalam kesempatan itu, Tedjowulan menegaskan bahwa perlu pembahasan panjang untuk menentukan penerus tahta Keraton Surakarta Hadiningrat.
"Walaupun sudah ada yang menyebut nama-nama calon penerus, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Keraton Surakarta," kata Tedjowulan beberapa waktu sebelumnya. (ves/dam)