WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Sejumlah elemen lintas instansi melakukan langkah antisipasi bencana di kawasan Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini difokuskan pada pemangkasan pohon dan penanganan rumpun bambu di sepanjang jalur yang rawan longsor maupun tumbang saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Trias Budiono, menjelaskan bahwa kegiatan mitigasi ini melibatkan berbagai unsur.
Mulai dari BPBD Wonogiri, TNI/Polri, Perhutani, PLN, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, hingga relawan dan masyarakat setempat.
“Total ada lebih dari 200 personel gabungan yang turun ke lapangan. Tujuannya untuk mengantisipasi agar saat hujan dan angin kencang tidak terjadi pohon tumbang atau longsor yang menutup akses jalan,” ujar Trias.
Menurutnya, kegiatan pemangkasan dan penebangan berlangsung selama satu hari. Fokus utama berada di jalur Gunung Pegat sepanjang sekitar 1,5 kilometer, yang kerap dilanda insiden pohon tumbang maupun longsoran bambu.
Baca Juga: KONI Boyolali Target Masuk 10 Besar di Porprov Jateng 2026
“Lokasi itu memang sering terjadi longsoran atau pohon tumbang saat hujan deras. Jadi kami lakukan pemotongan dan penataan kembali vegetasi di tepi jalan,” jelasnya.
Trias berharap, langkah mitigasi ini dapat meminimalkan potensi bencana di musim penghujan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Masyarakat diharapkan lebih tanggap terhadap kondisi cuaca ekstrem, serta segera melapor jika ada tanda-tanda potensi bencana di sekitar lingkungan,” tambahnya.
Langkah antisipatif tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD Wonogiri untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar jalur rawan bencana. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto