SOLOBALAPAN.COM - Sebuah temuan menarik terungkap dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar oleh tim akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Saat melakukan skrining kesehatan di Kelurahan Jajar, Laweyan, tim dari Grup Riset (RG) Nutrition and Health Sekolah Pascasarjana UNS menemukan adanya fenomena "beban ganda gizi" (double burden malnutrition) yang mengkhawatirkan di kalangan lanjut usia (lansia).
Dalam kegiatan yang digelar di Posyandu Lansia “Anggrek Bulan” tersebut, terungkap bahwa di satu sisi, sebagian lansia mengalami kekurangan gizi, namun di sisi lain, tidak sedikit lansia yang justru menderita obesitas dan memiliki kadar kolesterol di atas normal.
Skrining 67 Lansia, Libatkan Mahasiswa S2
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada 19 Juni 2025 lalu ini diikuti oleh 67 lansia dengan antusias.
Tim pengabdi UNS, didampingi 9 kader Posyandu dan bimbingan dari Puskesmas Purwosari, melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan.
Para lansia dicek tekanan darahnya serta menjalani pemeriksaan darah sederhana untuk mengukur kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Menindaklanjuti temuan "beban ganda gizi" tersebut, tim UNS tidak hanya berhenti pada skrining.
Para lansia langsung diberikan edukasi dan konseling gizi secara perorangan, disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Mahasiswa S2 Ilmu Gizi UNS juga turut dilibatkan langsung dalam sesi konseling ini.
Pentingnya Deteksi Dini PTM
Ketua Tim Pengabdi RG Nutrition and Health, Dr. Budiyanti Wiboworini, dr., M.Kes., Sp.GK, menjelaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan dislipidemia (kolesterol tinggi).
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya meningkatkan kesadaran lansia dan keluarga tentang pentingnya deteksi dini dan pengaturan pola makan untuk mencegah komplikasi penyakit kronis,” ujar Dr. Budiyanti.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana integrasi antara pengabdian masyarakat, penelitian, dan proses pembelajaran bagi mahasiswa pascasarjana di UNS.
Menuju Lansia Sehat dan Produktif
Kolaborasi antara UNS dan Posyandu Lansia Anggrek Bulan ini dinilai sebagai langkah nyata untuk mendukung program pemerintah menuju “Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif”.
Dengan meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia, deteksi dini dan edukasi gizi di tingkat komunitas menjadi sangat krusial.
Tim RG Nutrition and Health UNS berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan serupa demi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) ke-3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk terus hadir di masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan lansia,” pungkas tim pengabdi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo