SOLO, SOLOBALAPAN.COM — Ribuan warga memadati kawasan Loji Gandrung, Rabu (5/11), untuk menyaksikan iring-iringan jenazah Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) XIII), yang melintas menuju Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul.
Sejak pagi, masyarakat sudah berdiri di tepi jalan menunggu rombongan dari arah Keraton. Banyak warga terlihat membawa bunga dan foto almarhum sebagai bentuk penghormatan terakhir. Begitu iring-iringan melintas, suasana mendadak hening. Beberapa di antaranya menunduk dan meneteskan air mata.
“Saya datang sejak jam tujuh pagi. Rasanya haru sekali bisa menyaksikan momen bersejarah ini,” ujar Sri Wahyuni, warga Keprabon. Ia mengaku turut berdoa agar prosesi pemakaman berjalan lancar dan khidmat.
Warga lainnya, Yudi Santoso, menilai prosesi berjalan sangat tertib dan penuh penghormatan.
“Lalu lintas diatur rapi, petugas sabar mengarahkan warga. Ini bentuk penghormatan yang luar biasa untuk PB XIII,” ungkapnya.
Di sisi lain, sejumlah pedagang kecil di sekitar lokasi juga turut merasakan dampak dari keramaian tersebut.
“Sejak pagi ramai sekali. Banyak warga beli minuman dan makanan ringan. Tapi yang paling terasa bukan soal jualan, tapi suasana duka dan hormat yang begitu kental,” tutur Rini, pedagang kaki lima di sekitar Loji Gandrung.
Meski di bawah terik matahari, warga tetap bertahan hingga iring-iringan terakhir melintas. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen itu dengan ponsel, sambil melambaikan tangan — tanda perpisahan terakhir untuk sang raja yang dicintai rakyatnya. (atn)