Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa KGPH Purbaya? Jadi Sorotan di Tengah Kabar Meninggalnya Sinuhun Pakubuwono XIII, Benarkah Sang Putra Mahkota Bakal Teruskan Tahta?

Laila Zakiya • Senin, 3 November 2025 | 00:33 WIB
Sosok KGPAA Hamangkunegoro, Putra Mahkota Penerus Takhta Raja Keraton Solo yang Disorot Usai Wafatnya Pakubuwono XIII
Sosok KGPAA Hamangkunegoro, Putra Mahkota Penerus Takhta Raja Keraton Solo yang Disorot Usai Wafatnya Pakubuwono XIII

SOLOBALAPAN.COM - Kabar duka tengah menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Sinuhun Pakubuwono XIII Hangabehi, berpulang pada Minggu pagi, 2 November 2025, di RS Indriati Solo Baru.

Di balik suasana berkabung, publik kini menyoroti satu nama: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, atau yang lebih dikenal dengan KGPH Purbaya — sang putra mahkota Keraton Surakarta.

Pertanyaan pun bermunculan: siapa sebenarnya sosok Purbaya, dan benarkah ia akan melanjutkan takhta menggantikan sang ayah?

Wafatnya PB XIII dan Awal Sorotan pada Sang Putra Mahkota

PB XIII wafat di usia 77 tahun setelah menjalani perawatan panjang akibat komplikasi beberapa penyakit, termasuk diabetes.

Menurut KPH Edhy Wirabumi, salah satu kerabat keraton, kondisi PB XIII memang menurun dalam beberapa bulan terakhir.

“Beliau sempat membaik dan bahkan hadir dalam acara adat, namun kembali sakit dan akhirnya berpulang,” tutur Edhy kepada media.

Jenazah sang raja akan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja Imogiri, Yogyakarta, setelah seluruh prosesi adat dilakukan di dalam keraton.

Kabar duka ini sekaligus membuka kembali wacana suksesi kepemimpinan Keraton Surakarta, dengan KGPH Purbaya sebagai penerus yang sah.

Siapa KGPH Purbaya, Putra Mahkota Keraton Surakarta?

KGPH Purbaya memiliki nama lengkap Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.

Ia merupakan putra tunggal PB XIII Hangabehi dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono, yang bernama asli Asih Winarni atau KRAy Pradapaningsih.

Purbaya resmi ditetapkan sebagai putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta pada 27 Februari 2022, bertepatan dengan peringatan Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 PB XIII di Sasana Sewaka, Keraton Surakarta.

Penobatan ini bukan tanpa alasan. Setelah konflik dualisme kepemimpinan yang melanda keraton selama hampir delapan tahun usai wafatnya PB XII, pihak keluarga besar bersepakat menunjuk Purbaya agar suksesi kali ini berjalan mulus dan damai.

“Penetapan ini hasil musyawarah keluarga besar keraton dan mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk tokoh nasional seperti La Nyalla Mahmud Mattalitti dan Wiranto,” tulis laporan resmi saat itu.

Muda, Cerdas, dan Punya Jiwa Modern

Ketika dinobatkan sebagai putra mahkota, Purbaya baru berusia 21 tahun dan masih menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Meski muda, ia dikenal memiliki etos belajar tinggi dan kepedulian terhadap pelestarian budaya Jawa.

Di akun media sosial pribadinya, Purbaya kerap membagikan potret kegiatan budaya, upacara adat, hingga edukasi sejarah keraton kepada generasi muda.

Bio Instagram-nya secara tegas mencantumkan gelar:

“Putra Mahkota Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.”

Sebelum bergelar KGPAA Hamangkunegara, ia pernah dikenal dengan nama GRM Suryo Mustiko, lalu GPH Purboyo, dan kemudian KGPH Purbaya.

Garis Keturunan dan Keluarga Besar PB XIII

Selain Purbaya, PB XIII juga memiliki beberapa anak dari istri lain, di antaranya:

* GPH Mangkubumi
* GKR Timur
* GRAy Devi Lelyana Dewi
* GRAy Ratih Widyasari
* BRAy Sugih Oceani (almh)
* GRAy Putri Purnaningrum

Namun, Purbaya tetap menjadi satu-satunya putra kandung dari permaisuri sah PB XIII, menjadikannya pewaris utama takhta sesuai adat Keraton Kasunanan Surakarta.

Akankah KGPH Purbaya Naik Takhta?

Dengan wafatnya PB XIII, secara adat dan tradisi, putra mahkota otomatis menjadi calon penerus takhta.

Namun, proses penobatan resmi tetap akan menunggu hasil musyawarah keluarga besar keraton dan lembaga adat.

Purbaya diharapkan mampu menjadi simbol pemersatu dan membawa Keraton Surakarta ke era baru yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat modern tanpa kehilangan nilai tradisi Jawa.

Sejumlah tokoh budaya menilai, dengan pendidikan hukum yang ia tempuh dan gaya komunikasinya yang terbuka, Purbaya bisa menjembatani antara generasi muda dan tradisi keraton yang adiluhung.

“Harapannya, Gusti Purbaya bisa menjaga marwah keraton dan terus memperjuangkan budaya Jawa agar tetap hidup di generasi mendatang,” ujar KPH Eddy Wirabumi. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #meninggal dunia #putra mahkota #Pakubuwono XIII