SOLO, SOLOBALAPAN.COM — Sejumlah pengurus Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Solo mengikuti pelatihan tata kelola unit usaha.
Namun di tengah kegiatan tersebut, para pengurus justru menyampaikan keluhan soal sulitnya mengembangkan koperasi, mulai dari kesulitan mencari pangsa pasar hingga minimnya jumlah anggota aktif.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi yang hadir dalam kegiatan itu membuka sesi tanya jawab dan memberi kesempatan bagi para pengurus untuk menyampaikan kendala yang dihadapi sejak KMP mulai dioperasikan beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Bingung Mau Nonton Drachin? Ini Panduan Wajib untuk Pemula, Kenali Dulu 5 Genre Populer Drama China!
Keluhan Pengurus: Sulit Cari Pasar dan Anggota Baru
Salah satu pengurus KMP Kadipiro, Baihaqi, mengungkapkan bahwa pihaknya menghadapi tantangan besar dalam mencari pangsa pasar serta merekrut anggota baru, meskipun masalah permodalan bukan menjadi kendala utama.
“Kalau untuk modal insyaallah kami tidak perlu pinjam bank, sudah ada pihak yang mau modalin Rp100 juta. Kendalanya ya hanya sulit cari pasar dan tambah anggotanya saja. Saya mohon dari Pemkot bisa menugaskan lurah dan camat untuk ikut aktif,” ujar Baihaqi.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa pengurus KMP lain. Mereka mengeluhkan masih lemahnya arah unit usaha, kendala permodalan di lapangan, serta permintaan agar Pemkot Solo membantu penyediaan kantor baru untuk menunjang kegiatan operasional koperasi.
Respati: Fokus pada Jalannya Usaha, Bukan Fisik Kantor
Menanggapi berbagai keluhan itu, Wali Kota Respati Ardi menegaskan bahwa Pemkot Solo akan terus mendukung penguatan koperasi, namun pengurus KMP diminta untuk fokus pada jalannya unit usaha terlebih dahulu, bukan pada pembangunan fisik atau fasilitas pendukung.
“Usulan showroom atau kantor baru belum begitu penting. Yang utama itu usahanya harus jalan dulu,” tegas Respati.
Menurutnya, fungsi kantor koperasi seharusnya hanya sebagai pusat koordinasi. Ia meminta agar pengurus lebih fokus memastikan roda bisnis KMP benar-benar bergerak produktif dan memberikan manfaat bagi anggota.
Jangan Tergesa Ajukan Pinjaman Modal
Respati juga mengingatkan agar para pengurus KMP tidak terburu-buru mengajukan pinjaman modal ke perbankan, meskipun pemerintah pusat telah membuka peluang pembiayaan hingga Rp3 miliar untuk satu koperasi.
“Kalau melihat regulasinya, penanggung jawab KMP itu kepala daerahnya. Jadi kalau belum siap lalu sudah mengajukan pinjaman, nanti kalau tidak bisa membayar bagaimana? Pastikan dulu usahanya jalan, pembukuannya rapi, dan manajemennya tertib,” ujar Respati.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Solo tidak ingin program Koperasi Merah Putih berjalan tergesa-gesa tanpa fondasi yang kuat.
“Program ini tidak bisa dibuat terburu-buru. Yang penting tidak salah langkah dan tidak tergesa dalam mengambil keputusan, khususnya soal permodalan,” imbuhnya.
Pemkot Dukung Kemandirian Koperasi
Melalui pelatihan tata kelola ini, Pemkot Solo berharap para pengurus KMP mampu memperkuat kapasitas manajerial dan membangun strategi pemasaran yang efektif. Dengan begitu, koperasi bisa menjadi motor ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan. (ves/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto