KLATEN, SOLOBAL
Sebuah mobil listrik bernomor polisi F 1356 TN tiba-tiba kehilangan kendali dan menabrak serta menerobos pintu masuk restoran hingga menimbulkan kepanikan di antara pengunjung.
Mobil tersebut dilaporkan sempat mengeluarkan asap putih tebal setelah menabrak kaca pintu utama dan beberapa properti hotel.
Suara benturan keras membuat para tamu yang sedang menikmati makan siang berhamburan keluar ruangan karena mengira terjadi kebakaran atau gempa.
Salah satu saksi mata, Kiki (32), pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten, mengaku baru saja selesai mengikuti rapat terkait smart city sebelum kejadian berlangsung.
“Baru selesai rapat, terus ambil makan di restoran. Saat sedang duduk, tiba-tiba ada mobil terbang masuk ke hotel tanpa rem. Kayak nggak ada kontrol sama sekali,” ujarnya kepada radarsolo.com, Rabu siang.
Menurut Kiki, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak kaca pintu masuk dan berhenti setelah menabrak beberapa properti di dalam restoran.
“Langsung keluar asap putih tebal dari mobil, orang-orang panik dan lari ke luar. Banyak yang mengira mobil terbakar,” tambahnya.
Baca Juga: Menaker Yassierli Sebut UMP 2026 Bakal Diumumkan November, Rincian Kenaikan Masih Ditampung!
Dari keterangan yang diperoleh, mobil listrik itu ditumpangi tiga orang termasuk pengemudi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam peristiwa tersebut. Kerusakan hanya terjadi pada kaca pintu masuk hotel yang pecah serta beberapa meja dan kursi restoran yang tertabrak.
“Setelah kejadian, sebagian peserta rapat memilih pulang karena kaget. Suaranya keras banget, sempat dikira gempa,” ungkap Kiki.
Pihak hotel dan aparat kepolisian setempat segera melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan keamanan dan menyelidiki penyebab kejadian.
Dugaan sementara, insiden terjadi akibat kendaraan kehilangan kendali saat hendak parkir.
Tidak ada laporan lanjutan mengenai kerusakan berat pada struktur bangunan, namun aktivitas restoran sempat dihentikan sementara untuk pembersihan dan evaluasi keselamatan. (ren/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto