SOLOBALAPAN.COM – Aksi tragis seorang mahasiswi UIN Solo yang nekat melompat dari rooftop gedung laboratorium kampus pada Jumat (17/10/2025), diduga kuat dipicu oleh masalah kesehatan mental.
Mahasiswi tersebut, yang sempat dievakuasi dalam kondisi kritis ke Rumah Sakit UNS, dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 11.50 WIB.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa mahasiswi tersebut pernah mengidap gangguan bipolar dan sebelumnya pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Lantas, apa sebenarnya gangguan bipolar itu?
Mengenal Gangguan Bipolar: Perubahan Mood Drastis
Dikutip dari Alodokter.com, gangguan bipolar adalah jenis gangguan mental yang ditandai dengan perubahan drastis pada suasana hati (mood). Penderita gangguan ini bisa mengalami dua fase ekstrem:
- Fase Mania/Euforia: Merasa sangat gembira, bersemangat, atau mengalami lonjakan energi yang tidak wajar.
- Fase Depresi Berat: Berubah menjadi sangat sedih, kehilangan minat, dan mengalami energi yang sangat rendah.
Perubahan mood ini bisa terjadi dalam hitungan jam, hari, atau bulan, yang seringkali membuat kehidupan penderita sangat tidak stabil.
Penyebab, Gejala, dan Risiko
Meskipun penyebab gangguan bipolar belum diketahui secara pasti, kondisi ini diduga terjadi akibat faktor genetik (keturunan).
Bipolar dapat menyerang pria maupun wanita, namun faktor lingkungan sekitar dan gaya hidup juga dapat meningkatkan risikonya.
Gejala Utama Bipolar:
Gejala utama gangguan bipolar adalah perubahan suasana hati yang drastis, yang terbagi menjadi fase mania dan fase depresi berat.
Dalam kasus terberat, fase depresi bisa disertai dengan pikiran untuk mengakhiri hidup.
Insiden tragis di UIN Solo ini sekali lagi menjadi pengingat penting bagi kita semua akan perlunya kesadaran dan penanganan serius terhadap isu kesehatan mental di lingkungan pendidikan dan masyarakat. (dam)
Editor : Damianus Bram