SOLOBALAPAN.COM – Di tengah derasnya arus digital, TK Negeri Pembina Purwantoro di Wonogiri melahirkan inovasi cerdas bernama “Si Tujuh”.
Aplikasi berbasis Android ini adalah singkatan dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), dirancang untuk menjembatani kolaborasi digital antara sekolah dan orang tua dalam penguatan karakter anak usia dini.
Inovasi ini lahir dari kesadaran bahwa karakter anak terancam rapuh di era digital.
Hasil penelitian awal menunjukkan betapa minimnya keterlibatan orang tua: hanya 20% yang memahami tugas mendampingi anak, dan hanya 50% yang rutin melaporkan perkembangan anak di rumah.
Si Tujuh: Aplikasi untuk 7 Kebiasaan Anak Hebat
Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Purwantoro Dewi Lestari, S.Pd.M.Pd berinovasi menciptakan Si Tujuh sebagai solusi. Aplikasi ini berfungsi memantau dan menumbuhkan tujuh kebiasaan anak hebat yang menjadi fokus utama:
-
Bangun Pagi
-
Beribadah
-
Berolahraga
-
Makan Sehat dan Bergizi
-
Gemar Belajar
-
Bermasyarakat
-
Tidur Cepat
Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur menarik, seperti Aktivitasku (laporan harian orang tua), Dongeng Seru, Permainan Tradisional, Lagu Sahabat, dan menu komunikasi langsung Lapor Bu Dewi.
Fitur-fitur ini menjadi sarana pendidikan karakter yang berakar pada budaya lokal.
Dampak Nyata: Keterlibatan Orang Tua Meroket Hingga 95%
Implementasi Si Tujuh dilakukan melalui tiga tahap: sosialisasi, pendampingan, dan pelaksanaan.
Orang tua didampingi agar mampu mengisi laporan aktivitas anak secara mandiri melalui aplikasi.
Data yang terkumpul menjadi bahan refleksi bagi guru dan orang tua, mengubah komunikasi satu arah menjadi dialog edukatif dua arah. Dari hasil refleksi, aplikasi ini terbukti sukses:
-
Peningkatan Keterlibatan Orang Tua: Dari 60% menjadi 95%.
-
Perubahan Perilaku Anak: Anak-anak menunjukkan perilaku yang lebih positif, lebih disiplin, rajin beribadah, dan semakin gemar belajar.
Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan nilai, aksi, dan refleksi dalam pendidikan anak usia dini.
Si Tujuh ingin menjadi gerakan bersama, memastikan pendidikan karakter bukan hanya program sekolah, melainkan tanggung jawab bersama antara keluarga dan pendidik. (*)
Editor : Damianus Bram