KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM — Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Karanganyar yang juga Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Elliana, turun langsung menjenguk para pasien anak yang dirawat di RSUD Karanganyar, Jumat (10/10).
Para pasien tersebut merupakan peserta program MBG dari dua wilayah, yakni Popongan (Kecamatan Karanganyar Kota) dan Tawangmangu, yang sebelumnya mengalami dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi menu nasi goreng yang disediakan oleh Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG).
Dalam kunjungannya, Wabup Adhe memberikan semangat kepada para peserta didik yang masih dirawat, sekaligus menegaskan akan menindak tegas penyedia makanan yang lalai.
“Kami tidak akan segan menindak SPPG yang lalai. Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Pemerintah akan bertindak tegas, dan biaya perawatan anak-anak di rumah sakit akan kami gratiskan,” ujar Adhe dengan tegas.
Selain memberikan dukungan moral, Adhe juga memastikan akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna meninjau proses pengolahan dan kelayakan menu makanan yang disajikan oleh SPPG.
Dari hasil pemeriksaan sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, menu nasi goreng diduga kuat menjadi sumber keracunan. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut.
Baca Juga: Makanan Bisa Jadi Obat, Bisa Jadi Racun: Dinkes Sukoharjo Tekankan Pentingnya Keamanan Pangan
“Beberapa siswa yang kami temui bahkan meminta agar menu nasi goreng tidak lagi disediakan oleh SPPG,” ungkapnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, SPPG di wilayah Tawangmangu resmi dinonaktifkan sementara waktu. Penutupan dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi dan proses administrasi dari pemerintah daerah.
“Seluruh SPPG harus kami evaluasi — mulai dari bahan baku, cara memasak, hingga proses distribusi. Kami ingin memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Adhe.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Dwi Rusharyati, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
“Kami belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan. Saat ini sampel makanan masih dalam proses pengujian,” paparnya.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara cepat dan menyeluruh, sembari memperkuat pengawasan terhadap penyedia makanan program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto