KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM — Seluruh pasien anak yang sempat dirawat di Puskesmas Tawangmangu, usai diduga mengalami keracunan makanan dari menu nasi goreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini telah dipulangkan seluruhnya.
Kepala Puskesmas Tawangmangu, Sulistyo Wibowo, mengatakan bahwa seluruh pasien anak telah kembali ke rumah masing-masing sejak Kamis (9/10) malam.
“Semalam masih ada sekitar tiga anak yang dirawat di puskesmas. Namun sekitar pukul 21.30 WIB, setelah mendapat penanganan dari petugas, semuanya sudah bisa pulang,” terang Sulistyo saat ditemui Radar Solo, Jumat (10/10).
Dari data yang dihimpun pihak Puskesmas, total 102 anak sempat mendapat perawatan medis sejak kasus dugaan keracunan ini muncul. Mayoritas mengalami gejala pusing, demam, muntah, dan mual.
“Untuk yang dirujuk ke RSUD total ada sembilan anak. Awalnya lima anak, kemudian bertambah empat lagi karena gejala serupa,” tambahnya.
Baca Juga: Digosipkan Bakal Adakan Pernikahan Mewah, Amanda Manopo dan Kenny Austin Beda Usia Berapa Tahun?
Menurut Sulistyo, seluruh pasien kini berangsur membaik dan tidak ditemukan gejala lanjutan yang mengkhawatirkan. Meski begitu, pihak Puskesmas tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada efek susulan dari kasus tersebut.
“Kondisi anak-anak saat ini stabil. Kami tetap berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Kesehatan untuk pemantauan,” tutupnya.
Kasus dugaan keracunan MBG di Tawangmangu sempat menyita perhatian masyarakat Karanganyar. Program makan bergizi itu sebelumnya menyediakan menu nasi goreng yang diduga menjadi sumber keluhan para siswa.
Pemerintah daerah kini masih menunggu hasil resmi uji laboratorium dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Editor : Andi Aris Widiyanto