Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Izin Operasional Belum Jelas, Bajaj Maxride Jadi Ladang Penghasilan Baru Mitra di Solo

Antonius Christian • Kamis, 9 Oktober 2025 | 23:58 WIB
DISOAL: Kendaraan jenis Bajaj warna merah berseliweran di jalan raya Solo dalam beberapa hari terakhir.
DISOAL: Kendaraan jenis Bajaj warna merah berseliweran di jalan raya Solo dalam beberapa hari terakhir.

SOLOBALAPAN.COM – Di tengah tarik ulur perizinan di tingkat kota yang belum jelas, layanan transportasi roda tiga Bajaj Maxride nyatanya telah menjadi ladang penghasilan baru yang menjanjikan bagi para mitranya di Solo.

Radar Solo menjajal langsung menaiki kendaraan ini untuk menelusuri bagaimana sistem kemitraan ini beroperasi di lapangan.

Wartawan RadarSolo.com mencoba memesan Bajaj Maxride dari kawasan Gendengan menuju Plaza Sriwedari, dengan tarif yang dikenai sebesar Rp7 ribu.

Suara khas mesin tiga roda terdengar pelan ketika sebuah Bajaj Maxride berwarna merah berhenti di tepi Jalan Slamet Riyadi, Rabu (9/10/2025) pagi.

Tampilannya lebih modern dari Bajaj Jakarta: catnya mengilap, bodi kokoh, dan interiornya bersih.

Keunggulan Potongan Komisi Lebih Rendah

Di sela perjalanan, pengemudi Bajaj Maxride yang baru bergabung sekitar sepekan terakhir mengaku sebelumnya bekerja sebagai ojek online (ojol).

Ia memutuskan beralih ke Maxride karena sistem kemitraannya dianggap lebih menguntungkan.

“Kalau di ojol, potongan hasilnya bisa sampai 20 persen. Di Maxride cuma 10 persen. Itu pun langsung otomatis dipotong lewat aplikasi,” ujar pengemudi yang enggan disebut namanya itu.

Sistem kerja di Maxride berbasis sewa kendaraan. Setiap pengemudi membayar sewa harian kepada pihak pengelola dan diperbolehkan membawa pulang unit bajaj, asalkan pembayaran sewa lancar.

Pria paruh baya ini mengaku baru beroperasi sekitar pukul 10.00 WIB untuk menghindari kemacetan dan karena masih dalam tahap penyesuaian.

“Ini keluar dari jam 10 pagi tadi, terus mangkal. Dari pagi sampai siang baru dapat tiga penumpang sama jenengan (Anda),” tuturnya.

Isu Perizinan dan Harapan Mitra

Pengemudi tersebut menambahkan bahwa dari seratus unit armada yang tersedia, baru sekitar 25 unit yang beroperasi secara bertahap.

Terkait isu izin operasional, sang pengemudi mengaku tidak mengetahui secara pasti, namun berharap besar agar layanan ini bisa terus berjalan.

“Kalau urusan izin itu kantor yang ngatur. Saya cuma mitra saja. Tapi setahu saya mungkin sudah diurus, karena dari pihak manajemen tidak pernah membahas hal itu. Harapan saya ya semoga tetap bisa jalan, karena ini sumber penghasilan kami,” pungkasnya. (atn/dam)

Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : Damianus Bram
#ojol #Bajaj Maxride #ojek online #transportasi roda tiga #solo