KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Sebanyak 168 siswa SPPG Popongan 2, Karanganyar, dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para siswa mengeluhkan mulas, mual, dan pusing usai menyantap hidangan yang disajikan dalam program tersebut.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mengonfirmasi laporan tersebut.
Ia menyebut, pihaknya menerima laporan dari bidan wilayah Popongan dan Gedong mengenai lonjakan siswa yang datang dengan keluhan serupa.
“Kami tidak bisa menduga-duga penyebabnya. Setelah menerima laporan, kami langsung mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium,” ujar Yopi saat dihubungi Radar Solo, Selasa (7/10).
Sampel yang diuji berasal dari menu MBG hari Kamis (2/10), yakni nasi, ayam katsu, dan sayuran. Meski demikian, Yopi menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah gejala yang dialami para siswa disebabkan oleh menu tersebut.
“Hasil laboratorium akan disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kami masih menunggu hasil resminya,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, pelaksanaan program MBG di SPPG Popongan 2 dihentikan sementara sejak Senin (6/10). Penghentian dilakukan sampai hasil uji laboratorium keluar dan penyebab kejadian diketahui secara pasti.
Yopi memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis, dan hingga kini tidak ada kondisi berat yang ditemukan.
“Kami fokus pada penanganan siswa dan koordinasi lintas sektor. Semoga penyebabnya segera terverifikasi,” ucapnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Karanganyar sekaligus Ketua Satgas MBG, Adhe Eliana, mengatakan penghentian sementara program merupakan langkah preventif sesuai arahan dari BGN dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Kami sudah mengirimkan laporan serta rekomendasi awal ke BGN pusat. Jika hasil lab sudah keluar dan ada perbaikan dari pihak pengelola, program bisa dibuka kembali,” jelas Adhe.
Ia menambahkan, kelanjutan program MBG di SPPG Popongan 2 akan ditentukan berdasarkan hasil laboratorium dan evaluasi fasilitas penyedia makanan.
Sementara itu, Dinkes Karanganyar memastikan akan terus memantau kondisi para siswa, yang saat ini telah berada dalam kondisi stabil, sambil menunggu hasil resmi dari BGN. (rud)
Editor : Andi Aris Widiyanto