Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Penghormatan Terakhir: Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Akan Badalkan Umrah untuk 67 Santri yang Wafat dalam Tragedi Musala Ambruk

Damianus Bram • Rabu, 8 Oktober 2025 | 19:34 WIB
Alumni Ponpes Al Khoziny, KH M Zainal Abidin mengatakan, pihak Ponpes memberikan hadiah badal umrah untuk puluhan korban yang meninggal dalam tragedi musala ambruk pada Senin (29/9) lalu.
Alumni Ponpes Al Khoziny, KH M Zainal Abidin mengatakan, pihak Ponpes memberikan hadiah badal umrah untuk puluhan korban yang meninggal dalam tragedi musala ambruk pada Senin (29/9) lalu.

SOLOBALAPAN.COM – Pasca penutupan resmi operasi SAR, pihak Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, memberikan penghormatan terakhir yang mengharukan bagi puluhan santri yang meninggal dalam tragedi musala ambruk (29/9/2025).

Ponpes berencana memberikan hadiah badal umrah untuk semua korban yang wafat.

Inisiatif ini disampaikan oleh KH M Zainal Abidin, salah satu alumni Ponpes Al Khoziny sekaligus Ketua PCNU Sidoarjo.

Ia menyebut hadiah badal umrah ini sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para korban.

“Kami memberikan hadiah support kepada korban, khususnya (korban) yang meninggal dunia, kami badalkan umrah,” tutur Zainal di Ponpes Al Khoziny, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (8/10/2025).

Zainal menjelaskan, banyak alumni dan santri Ponpes Al Khoziny yang berada atau tinggal di Makkah. Mereka berinisiatif membantu dan mendaftarkan badal umrah tersebut atas nama para santri yang meninggal dunia.

Korban Gugur Saat Ibadah, Diyakini Husnul Khatimah

Dalam kesempatan yang sama, KH Zaenal menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam.

Ia menyebut total 67 korban dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi ini, yang merupakan bencana dengan korban jiwa terbanyak tahun ini.

Menurut Ketua PCNU Sidoarjo tersebut, para santri yang menjadi korban ambruknya bangunan empat lantai Ponpes Al Khoziny gugur dalam keadaan suci, yakni saat sedang melaksanakan ibadah Salat Ashar berjamaah.

“Saya mewakili keluarga ndalem, pertama menyampaikan Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un, turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya santri-santri kami,” tutur Zaenal.

Ia bahkan berani bersumpah bahwa mereka yang gugur berada dalam kondisi terbaik.

“Kami yakin bahwa mereka meninggal dunia dalam kondisi bersuci, kami yakin dan berani bersumpah mereka husnul khatimah. Oleh karenanya kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam,” pungkasnya.

Sebagai penutup, ia memohon maaf atas segala kekurangan yang terjadi:

“Sekali lagi kami mohon maaf manakala dalam perjalanan ini banyak yang kurang berkenan di hati semua masyarakat. Intinya bahwa semuanya berkeinginan yang lebih baik.”

Kronologi Singkat

Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di Ponpes Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.35 WIB.

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Setelah 9 hari mencari korban, operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10/2025). Data terakhir mencatat 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, dengan 34 di antaranya berhasil teridentifikasi. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Ponpes Al Khoziny #umrah #santri ponpes al khoziny #sidoarjo #Musala Ambruk #Ponpes Al Khoziny ambruk