Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

500 Seniman Gelar Aksi Damai di Klaten, Desak Pelaku Penganiayaan Penabuh Kendang Dihukum Berat

Angga Purenda • Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:12 WIB

Ryan Wahyu Saputra (kiri) dengan ditemani ayahnya saat memberikan keterangan ke awak media di kediamannya
Ryan Wahyu Saputra (kiri) dengan ditemani ayahnya saat memberikan keterangan ke awak media di kediamannya

SOLOBALAPAN.COM – Ratusan seniman dari berbagai daerah di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di Alun-alun Klaten, Rabu (1/10/2025) siang.

Diperkirakan sekitar 500 seniman hadir dalam aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap Ryan Wahyu Saputra (23), penabuh kendang atau ketipung yang akrab disapa Kirun, korban penganiayaan saat tampil dalam resepsi pernikahan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, pada Minggu (28/9/2025).

Aksi damai itu menarik perhatian publik karena turut dihadiri penyanyi sekaligus pencipta lagu populer Ojo Dibandingke, Abah Lala.

Baca Juga: Bantah Tak Harmonis dengan Sabrina Chairunnisa? Deddy Corbuzier Pamer Video Gendong Anjing Peliharaan Sang Istri

Ia bersama ratusan seniman lainnya menyampaikan orasi mengecam tindak kekerasan yang dialami rekan seprofesinya.

Para seniman membentangkan spanduk bertuliskan: “Aksi Solidaritas Seniman Soloraya Nusantara. Tolak dan Kecam Segala Bentuk Kekerasan Kepada Seniman Hajatan. Adili dan Hukum Seberat-beratnya Pelaku Kekerasan.”

Setelah berorasi di Alun-alun Klaten, massa aksi bergerak menuju rumah korban di Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah.

Baca Juga: Benarkah Kabar BSU Kemnaker Cair Lagi Oktober 2025? Waspada Link Palsu, Ini Penjelasan Sebenarnya

Rombongan kemudian melanjutkan audiensi ke Mapolres Klaten dan Rumah Dinas Bupati Klaten untuk menyampaikan aspirasi.

Wakil Ketua Seniman dan Seniwati Klaten (Sekaten), Kombang, menegaskan aksi damai ini adalah bentuk kepedulian.

“Seniman dan seniwati dari Klaten, Soloraya, Yogyakarta, Temanggung, Semarang, dan daerah lain bersatu dalam aksi solidaritas. Meski kita banyak orang, beda nyawa, tapi satu jiwa,” ujarnya.

Baca Juga: Yai Mim Bongkar Tabiat Asli Nurul Sahara, dari Parkir Sembarangan hingga Kerap Minta Tolong Tengah Malam

Kombang berharap pihak kepolisian memberi jaminan keamanan bagi seniman saat bekerja.

“Kami ingin saat nyambut gawe bisa nyaman, aman, dan tidak ada insiden merugikan bagi teman-teman seniman,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Abah Lala.

“Saya mewakili teman-teman di Boyolali memberikan dukungan kepada musisi dan seniman di Klaten. Ke depannya, musisi maupun seniman harus lebih dihargai dan punya harga diri,” tegasnya.

Ia mendesak aparat hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut serta memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya ketepatan waktu dalam izin pertunjukan untuk menghindari risiko keamanan.

Baca Juga: Apa Akun TikTok Agil Sopir Rental? Digeruduk Netizen Usai Dipergoki Keluar Rumah Bareng Nurul Sahara

“Saya berharap aturan perizinan ditepati. Kita harus menghormati jajaran keamanan agar tidak ada overtime yang bisa menimbulkan risiko,” pungkas Abah Lala.

Aksi solidaritas ini menjadi momentum bagi para seniman untuk menuntut perlindungan lebih baik sekaligus memastikan kasus penganiayaan terhadap Kirun diusut secara tuntas. (ren/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#aksi damai #seniman solo #seniman #tindak kekerasan #Abah Lala