SOLOBALAPAN.COM – Ratusan siswa SD Negeri 1 Siswodipuran, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, terpaksa tidak bisa menikmati jatah makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (29/9).
Hal ini terjadi setelah seorang pria tak dikenal tiba-tiba masuk ke area sekolah dan menyelinap ke ruang transit MBG.
Peristiwa itu membuat pihak sekolah khawatir hingga akhirnya memutuskan mengembalikan seluruh 189 tray makanan ke penyedia.
Baca Juga: Novel 'Genduk' Karya Sundari Mardjuki: Menghidupkan Suara Tembakau dari Lereng Gunung
Kepala SD Negeri 1 Siswodipuran, Sri Sulasmi, menuturkan kejadian bermula sebelum jam istirahat. Saat itu, seorang pria misterius masuk pelan-pelan ke sekolah ketika sejumlah siswa tengah berolahraga.
“Orang itu sempat menyuruh anak-anak masuk ke kelas. Setelah itu, dia masuk ke ruang transit MBG sekitar pukul 08.30 WIB dengan sembunyi-sembunyi,” jelas Sri Sulasmi.
Seorang guru yang melihat kejadian itu sempat memanggil pria tersebut. Namun, saat didekati, orang itu buru-buru pergi dan menghilang. “Pas balik juga ngindik-indik, pas mau dikejar lagi sudah tidak ada orangnya,” imbuhnya.
Baca Juga: Seleksi CPNS 2026 Siap Dibuka dengan 400 Ribu Formasi? Begini Kata Kemenpan RB dan BKN
Sri Sulasmi kemudian menanyakan kepada guru apakah ada tamu yang ia undang. Ia menegaskan bahwa tidak ada tamu yang datang ke sekolah hari itu.
Merasa curiga, pihak sekolah segera menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan apakah ada petugas yang dikirim. Namun pihak SPPG membantah.
“Setelah saya lapor, baru ada tiga orang dari SPPG datang ke sekolah untuk mengecek. MBG-nya belum sempat dibagikan, dan akhirnya ditarik semua untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Sri Sulasmi.
Ia memastikan bahwa pria tersebut bukan wali murid SD Negeri 1 Siswodipuran.
“Yang saya takutkan, banyak sekali kejadian luar biasa di daerah lain. Kami tidak tahu maksud dan tujuan orang itu baik atau tidak. Kalau memang baik, kan seharusnya tetap izin dan salam ke pihak sekolah,” pungkasnya. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto