SOLOBALAPAN.COM - Fenomena unik terjadi di Waduk Krisak, atau yang akrab disebut Waduk Tandon, Desa Pare, Kecamatan Selogiri.
Surutnya air waduk dalam beberapa hari terakhir membuat warga berbondong-bondong memanen ikan secara massal.
Pada Selasa (23/9/2025) sore, ratusan warga tampak memadati area waduk. Ada yang menjala di pinggir genangan, bahkan sebagian nekat turun langsung ke tengah waduk untuk menebar jaring.
Hariyanto, salah satu warga setempat, mengaku sudah empat hari mencari ikan di Waduk Tandon. Sekali tebar jaring, ia bisa mendapatkan puluhan ikan nila.
“Empat hari ini saya cari ikan begini. Pas surut banyak yang cari ikan di sini,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Sriyani, warga lain yang mencari ikan bersama suaminya sejak pagi hingga sore. Hasil tangkapannya langsung dijual kepada pembeli yang datang ke sekitar waduk.
“Yang paling banyak nila. Dihargai Rp10 ribu per kilogram,” bebernya.
Menurut Sriyani, dalam waktu setengah hari, seorang pencari ikan bisa membawa pulang lebih dari 10 kilogram hasil tangkapan. Mayoritas berupa ikan nila, meski ada pula ikan betutu, kutuk, atau gabus.
Menariknya, sebagian besar hasil tangkapan langsung ludes dibeli para pengunjung yang sengaja datang ke waduk untuk menikmati suasana sekaligus berburu ikan segar.
Fenomena surutnya Waduk Krisak setiap tahun memang kerap menjadi momen tersendiri bagi warga setempat. Selain menambah penghasilan, kegiatan panen ikan ini juga menciptakan keramaian yang mirip pasar dadakan di tepi waduk. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto