SOLOBALAPAN.COM - Nama Wahyudin Moridu, anggota DPRD Gorontalo dari PDIP, mendadak jadi perbincangan publik setelah sebuah video dirinya viral di media sosial.
Dalam video berdurasi sekitar 30 detik, ia dengan santai menyebut sedang menggunakan uang negara untuk perjalanan dinas menuju Makassar.
“Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok saja uang negara ini, kan. Kita habiskan saja. Biar negara ini semakin miskin,” ungkap Wahyudin Moridu dalam video viral seperti dikutip dari akun Instagram Lambe Turah.
Tak hanya itu, video tersebut juga memperlihatkan Wahyudin sedang bersama seorang perempuan.
"Membawa hugel (selingkuhan) langsung ke Makassar menggunakan uang negara," katanya.
Pernyataan itu sontak membuat publik geram karena dianggap melecehkan kepercayaan rakyat terhadap wakilnya di legislatif.
Harta Kekayaan di LHKPN: Minus Rp2 Juta, tapi Pamer Mobil Mewah?
Meski viral karena ucapannya, hal lain yang tak kalah disorot publik adalah laporan harta kekayaan Wahyudin Moridu di LHKPN.
Berdasarkan laporan per 31 Desember 2024, jumlah hartanya justru minus Rp2 juta.
Adapun rinciannya terdiri dari tanah dan bangunan seluas 2.000 m2/72 m2 di Kabupaten Boalemo yang berupa warisan senilai Rp180 juta.
Selain itu, kas dan setara kasnya senilai Rp18 juta. Sementara total utangnya mencapai Rp200 juta.
Anehnya, Wahyudin tidak melaporkan kepemilikan kendaraan. Padahal, di akun Instagramnya, ia beberapa kali terlihat berpose dengan mobil-mobil mewah.
Terlihat mobil berupa sebuah Hyundai Palisade dengan pelat nomor DM 1 DM yang beberapa kali diposting oleh sang anggota DPRD saat tengah menikmati akhir pekannya.
Bahkan di mobil yang tak murah itu, terpasan pula panneng lambang DPR.
Bukan cuma Palisade saja, Wahyudin juga pernah memamerkan Toyota Hilux dengan pelat nomor DM 9 DM.
Sama seperti Palisade dalam unggahannya, Hilux yang ada di postingannya juga terpasang panneng DPR.
Nggak sampai di situ saja, Wahyudin Moridu juga pernah memposting dua postingan Toyota Fortuner, pertama Toyota Fortuner tanpa pelat nomor yang kemungkinan sedang merapihkan body kit.
Kedua, dirinya foto bersama Toyota Fortuner dengan pelat nomor B 1235 BOS.
Kontradiksi inilah yang semakin membuat publik bertanya-tanya tentang integritas sang anggota dewan.
Dihadapkan ke Badan Kehormatan DPRD Gorontalo
Kisruh video pengakuan “rampok uang negara” tak berhenti di media sosial. Kasus ini langsung berlanjut ke meja Badan Kehormatan (BK) DPRD Gorontalo.
Ketua DPRD Gorontalo, Fikram AZ Salilama, menegaskan bahwa Wahyudin mengakui dirinya memang orang yang ada dalam video tersebut.
“Rapat jam 20.00 Wita dengan menghadirkan Wahyudin Moridu. Kami tanyakan apakah saudara yang berbicara di video, dijawab beliau yang bicara,” kata Fikram.
BK sempat menanyakan alasan Wahyudin mengucapkan kalimat tersebut. Namun, ia berkilah tidak sadar dengan apa yang diucapkannya, bahkan tidak mengetahui jika momen itu direkam. (lz)
Editor : Laila Zakiya