Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Lansia Sehat, Hidup Lebih Berkualitas: Deteksi Dini Penyakit Kronis di Sukoharjo

Laila Zakiya • Selasa, 16 September 2025 | 16:27 WIB

 

Deteksi Dini Penyakit Kronis di Sukoharjo oleh Universitas Duta Bangsa.
Deteksi Dini Penyakit Kronis di Sukoharjo oleh Universitas Duta Bangsa.

SOLOBALAPAN.COM - Kesehatan merupakan hak asasi manusia sekaligus investasi penting bagi keberhasilan pembangunan bangsa.

Salah satu indikator pencapaian kesehatan nasional adalah Tinggi Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat.

Namun, bertambahnya usia membawa tantangan tersendiri: fungsi organ menurun, daya tahan tubuh melemah, dan risiko penyakit kronis semakin tinggi.

Penyakit kronis yang kerap menyerang lansia meliputi hipertensi dan diabetes mellitus.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena sering tidak menunjukkan gejala, padahal bisa menyebabkan gagal jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

Sementara diabetes mellitus ditandai oleh hiperglikemia kronik yang menimbulkan berbagai komplikasi metabolik.

Tingginya prevalensi penyakit kronis pada lansia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, deteksi dini, serta konseling terkait manajemen gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi serius.

Sinergi Mahasiswa Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta dengan Masyarakat

Sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, Program Studi S1 Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta aktif bersinergi dengan masyarakat. Salah satu kegiatan terbaru bertema:

“DETEKSI DINI PENYAKIT KRONIS DENGAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA LANSIA: INTERVENSI BERBASIS KOMUNITAS.”

Kegiatan ini dipimpin oleh Witriyani, S.Kep., Ns., M.Kep, dan melibatkan dosen serta mahasiswa keperawatan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah sewaktu pada lansia.

Tujuannya adalah mendeteksi penyakit kronis sejak dini, sekaligus memberdayakan kader posyandu dan masyarakat dalam upaya pencegahan.

Baca Juga: Breaking News! Bek Timnas Indonesia U-17 Bawa Timnya Promosi ke Kasta Tertinggi Liga Australia, Siapa Dia?

Pelaksanaan Kegiatan dan Dampaknya

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada:

* Hari/Tanggal: Senin, 15 September 2025
* Lokasi: Posyandu Kenangan VI Banaran, Grogol, Sukoharjo
* Peserta: 55 lansia, 16 kader posyandu, ibu kepala desa, bidan desa, tim kesehatan Puskesmas Grogol, 2 dosen, dan 4 mahasiswa keperawatan

Dalam kegiatan ini, lansia mendapatkan:

1. Pemeriksaan tekanan darah
2. Pengecekan kadar gula darah sewaktu
3. Konseling preventif dan penatalaksanaan penyakit kronis
4. Informasi gaya hidup sehat dan pengenalan tanda awal penyakit kronis

Hasil luaran kegiatan menunjukkan bahwa deteksi dini penyakit kronis dapat meningkatkan kesadaran lansia untuk menjaga kesehatan, serta menjadi langkah pencegahan komplikasi serius.

Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup lansia, sekaligus membangun budaya cek kesehatan rutin di masyarakat.

Pentingnya Deteksi Dini dan Peran Tenaga Kesehatan

Deteksi dini penyakit kronis pada lansia bukan sekadar pemeriksaan rutin, tapi juga upaya preventif untuk meningkatkan kualitas hidup.

Peran tenaga kesehatan, mahasiswa keperawatan, kader posyandu, dan masyarakat sangat penting dalam menerapkan gaya hidup sehat, memonitor tekanan darah, serta mengontrol kadar gula darah.

Dengan kegiatan semacam ini, lansia tidak hanya mendapatkan informasi kesehatan, tetapi juga dukungan sosial untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan. (lz/***)

Editor : Laila Zakiya
#penyakit kronis lansia #sukoharjo