SOLOBALAPAN.COM – Perebutan posisi Ketua DPC PDIP Kota Solo periode 2026-2031 semakin sengit. Kader senior dan kader muda saling bersaing untuk mendapatkan rekomendasi partai.
Dari kubu muda, muncul nama Rheo Yuliana Fernandez, anggota Fraksi PDIP DPRD Solo, sementara dari kubu senior, Plt Ketua DPC PDIP Kota Solo, Teguh Prakosa, ikut masuk dalam penjaringan calon ketua.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, Teguh dan Rheo sama-sama diusulkan oleh lima PAC.
Dua nama lain yang muncul, yakni Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo diusulkan empat PAC, dan Ketua PAC Banjarsari Roy Saputro diusulkan satu PAC.
Sesuai peraturan partai, setiap PAC dapat mengusulkan tiga nama calon ketua DPC, yang kemudian diserahkan ke DPP untuk diseleksi lebih lanjut.
Menariknya, mayoritas PAC menyepakati tiga nama yang sama: Teguh Prakosa, Rheo Yuliana Fernandes, dan Budi Prasetyo.
“Hanya PAC Banjarsari yang berbeda, mengusulkan Roy Saputro menggantikan Budi Prasetyo,” ujar sumber tersebut.
Mekanisme Baru Penentuan Ketua
Plt Ketua DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, proses penjaringan dijadwalkan rampung pada Senin (8/9/2025) dengan mekanisme baru yang ditetapkan DPP PDIP pascakongres.
“Nanti DPP akan menentukan tiga nama. Ketua umum yang menetapkan siapa ketua, sementara dua nama lain bisa dimasukkan dalam jajaran struktural, seperti sekretaris, bendahara, atau wakil ketua,” jelas Teguh.
Ia menegaskan, tidak ada voting dalam penunjukan Ketua DPD maupun DPC. Semua keputusan final berada di tangan DPP melalui rapat khusus di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Dalam penjaringan tingkat DPC Kota Solo, PAC mengusulkan empat nama: Teguh Prakosa, Rheo Yuliana Fernandez, Roy Saputro, dan Budi Prasetyo.
“Ya, ada empat nama usulan PAC ke DPC: saya, Mas Rheo, Pak Budi, dan Roy,” kata Teguh Prakosa, Plt Ketua DPC PDIP Solo.
Tugas utama Teguh saat ini adalah menyelesaikan Musyawarah Ranting (Musran) dalam tiga bulan ke depan.
Setelah itu, DPC akan siap menggelar musyawarah cabang untuk kepengurusan baru.
Isu Regenerasi Jadi Sorotan
Teguh menekankan, regenerasi menjadi isu penting di PDIP Solo. “Tokoh-tokoh PDIP di Solo banyak yang sudah senior. Maka penting ada kader muda yang tampil, agar organisasi tidak kehilangan energi baru,” ujar Teguh.
Sementara itu, Rheo Yuliana Fernandez membenarkan namanya muncul dalam penjaringan tingkat DPC PDIP Kota Solo.
"Saya melihat ini sebagai Kepercayaan terhadap Kader Muda Partai dari PAC kepada saya selama terjun di dunia politik," jelas Rheo.
Meski terbilang baru satu tahun menjadi anggota DPRD, namun Rheo mengaku sudah terjun ke dunia politik sejak tahun 1999.
"Sejak tahun 1999 saya sudah menjadi pengurus Anak Ranting hingga sekarang di PAC. Namun baru terjun dalam politik aktif sebelum pencalonan hingga sekarang sebagai anggota dewan , ya baru dua tahun ini. Jadi saya melihat nama saya diusulkan sebagai bentuk apresiasi," katanya.
Walau baru menjadi anggota DPRD selama satu tahun, Rheo mengaku siap jika seandainya namanya terpilih menjadi Ketua DPC PDIP Kota Solo.
"Ya, sebagai kader siap tidak siap, harus siap. Tapi saya tahu kok, ukuran baju saya berapa. Jadi saya ini biarkan berjalan natural dan mengalir," pungkasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram