SOLOBALAPAN.COM - Gelombang kemarahan masyarakat terhadap anggota DPR RI memuncak pada akhir Agustus 2025.
Bukan hanya kritik di media sosial, massa turun ke jalan hingga menggeruduk rumah pejabat, menjarah dan merusak harta benda, terutama terkait tunjangan rumah senilai Rp50 juta per bulan yang baru terungkap ke publik.
Sejumlah rumah pejabat menjadi sasaran, dimulai dari Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Pada Sabtu (30/8/2025) sore, rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara dihancurkan, termasuk empat mobil mewah dan berbagai perabotan rumah tangga.
Bahkan patung Iron Man seharga ratusan juta pun turut dijarah massa.
Tak lama setelahnya, rumah Eko Patrio di kawasan elit Kuningan, Jakarta Selatan ikut diserbu.
Walaupun Eko Patrio sempat meminta maaf, kemarahan warga tidak mereda.
Rumah senilai Rp150 miliar itu juga menjadi sasaran penjarahan pada Sabtu malam (30/8/2025).
Sementara itu, rumah Uya Kuya di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur juga digeruduk pada malam yang sama.
Beberapa kucing peliharaannya ikut terbawa warga, dan kabarnya polisi berhasil menangkap tujuh pelaku penjarahan.
Sri Mulyani, Menteri Keuangan, tidak luput dari sasaran. Rumahnya di Mandar Bintaro, Tangerang Selatan, dijarah pada Minggu (31/8/2025) dini hari.
Barang-barang seperti kursi, guci, hingga lukisan ikut dibawa. Setelah itu, rumah Sri Mulyani dijaga ketat aparat TNI.
Terbaru, giliran Puan Maharani, Ketua DPR RI, menjadi sorotan publik.
Video yang beredar menunjukkan massa berkumpul di depan kediamannya pada Minggu dini hari (31/8) sekitar pukul 04.00 WIB, berteriak meminta Puan keluar.
"Woii, tumbang woi. Ayo. Ayo," terdengar teriakan massa.
Meski pagar rumah sempat dikepung, aparat yang berjaga berhasil mencegah massa masuk.
"Massa sudah memasuki di wilayah rumah Puan Maharani, massa mendapat pencegahan dari pihak aparat dan dipukul mundur, tidak sampai menjarah," tulis akun X @NenkMonica.
Rangkaian insiden ini menunjukkan eskalasi kemarahan publik terhadap pejabat dan figur publik di tengah gejolak demo.
Dari Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, hingga Sri Mulyani, dan terakhir Puan Maharani, masyarakat mengekspresikan kekecewaan mereka, terutama terkait tunjangan rumah DPR dan perilaku anggota dewan yang dinilai jauh dari aspirasi rakyat.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi kediaman Puan Maharani tetap aman berkat penjagaan aparat, meskipun massa masih terlihat berkumpul di sekitar lokasi. (lz)
Editor : Laila Zakiya