Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Unik! Museum Manyarejo di Sragen, Bukti Hubungan Erat Arkeolog dan Masyarakat Lokal yang Simpan Fosil Terbanyak di Situs Sangiran

Laila Zakiya • Kamis, 14 Agustus 2025 | 19:24 WIB
Museum Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah.
Museum Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah.

SOLOBAPALAN.COM – Kalau berbicara mengenai Sragen, banyak orang langsung teringat dengan sangiran, situs manusia purba yang sudah mendunia.

Di sebuah desa kecil bernama Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah, berdiri sebuah museum yang mungkin tampak sederhana dari luar, tapi di dalamnya menyimpan jejak kehidupan purba yang luar biasa yaitu Museum Manyarejo.

Museum Manyarejo adalah salah satu titik penting di Situs Sangiran, kawasan tersebut telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia karena kekayaan penemuan fosilnya.

Uniknya, museum ini dikatakan sebagai lokasi dengan penemuan fosil terbanyak di antara klaster-klaster Sangiran lainnya.

Museum ini diresmikan pada, 5 November 2014. Museum ini didirikan sebagai bentuk apresiasi kepada peneliti dan masyarakat Manyarejo yang turut terlibat dalam penelitian maupun penemuan penting untuk Situs Sangiran.

Oleh karena itu, museum ini mengangkat konsep kolaborasi antara peneliti dan masyarakat setempat dalam penelitian terkait fosil purba.

Cerita museum ini bermula dari kehidupan sehari-hari warga.

Warga setempat sering menemukan tulang-tulang besar dengan bentuk aneh saat mengolah sawah.

Tanpa pengetahuan ilmiah, warga menyebutnya dengan Balung Buto atau tulang raksasa.

Namun setelah datang beberapa arkeolog dan peneliti, warga menjadi tahu bahwasanya tulang-tulang tersebut bukanlah tulang-belulang raksasa, melainkan fosil dari hewan purba.

Fosil yang dipamerkan di Museum Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah.
Fosil yang dipamerkan di Museum Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah.

Tulang-tulang yang ditemukan ternyata adalah fosil hewan purba, bahkan ada yang berasal dari manusia purba Homo erectus.

Sejak itu, Desa Manyarejo menjadi salah satu pusat penggalian terpenting di Sangiran.

Para arkeolog yang datang kesini juga melibatkan masyarakat dalam penelitian mereka, sehingga masyarakat mulai paham dan mengenal tentang arkeologi.

Karena sering terlibat dalam penelitian dan ekskavasi, warga lokal secara tidak langsung menyerap ilmu tersebut, bahkan hingga kini mereka mempunyai hubungan yang erat dengan para peneliti. (MG5/lz)

 

 

 

Editor : Laila Zakiya
#Klaster Manyarejo #Museum Sangiran #fosil purba #Balung Buto