SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM — Ironi terjadi pada momentum peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli. Kasus dugaan kekerasan terhadap siswa baru di SMP Negeri 2 Gondang, Sragen, mencuat ke publik dan menuai perhatian luas.
Insiden tersebut mencerminkan masih adanya praktik kekerasan dan cikal bakal premanisme di lingkungan sekolah, yang jelas bertentangan dengan semangat perlindungan terhadap anak.
Peristiwa ini semakin menyita perhatian publik karena terjadi tak lama setelah pihak sekolah menggelar sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying).
Situasi tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Sragen. Masyarakat kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen untuk menyelesaikan kasus ini secara adil dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Kasatreskrim Polres Sragen, AKP Ardi Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya memberikan atensi penuh terhadap kasus ini. Karena melibatkan anak-anak baik sebagai korban maupun pelaku, maka penanganannya merujuk pada Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
"Prosesnya tetap berjalan, namun sesuai sistem peradilan anak yang mengedepankan pendekatan restoratif dan rehabilitatif," jelas Ardi, Jumat (25/7).
Langkah ini bertujuan memastikan bahwa proses hukum tidak justru menimbulkan trauma lebih lanjut pada anak-anak yang terlibat.
Sementara itu, Disdikbud Kabupaten Sragen mengambil sikap penuh kehati-hatian dalam merespons kejadian ini. Kepala Disdikbud, Prihantomo, menyampaikan bahwa kondisi psikologis baik korban maupun terduga pelaku menjadi prioritas utama saat ini.
"Keduanya masih anak-anak dan dalam kondisi tertekan. Penanganan yang salah bisa berdampak buruk, termasuk pada semangat mereka untuk melanjutkan sekolah," ujar Prihantomo.
Hingga kini, belum ada keputusan terkait pemindahan sekolah bagi pihak yang terlibat. Disdikbud menilai kondisi emosional yang stabil perlu dijadikan dasar sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Baca Juga: Musibah Tragis di Kebakramat: Kakek 66 Tahun Tewas Kesetrum Saat Cari Pakan Ternak
"Yang penting sekarang semua tenang dulu. Kita jaga agar anak tidak semakin terbebani untuk kembali ke sekolah," imbuhnya.
Prihantomo berharap dalam sepekan ke depan, suasana bisa lebih kondusif, sehingga semua pihak dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang berpihak pada masa depan anak-anak. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto